1 Juta Solar Panel Atap

ESDM Garap Proyek Matahari

Salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlokasi di Dusun Bajaneke, Desa Oelpuah, Kupang, NTT. Dengan kapasitas sebesar 5 MW di atas lahan seluas 7,5 hektar, pembangkit berbasis surya terbesar RI milik PT Lembaga Elektronik Nasional (LEN) tersebut membantu PLN mengatasi defisit di sistem Timor, NTT. Satu modul menghasilkan listrik sekitar 230 watt.
Klik untuk perbesar
Salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlokasi di Dusun Bajaneke, Desa Oelpuah, Kupang, NTT. Dengan kapasitas sebesar 5 MW di atas lahan seluas 7,5 hektar, pembangkit berbasis surya terbesar RI milik PT Lembaga Elektronik Nasional (LEN) tersebut membantu PLN mengatasi defisit di sistem Timor, NTT. Satu modul menghasilkan listrik sekitar 230 watt.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebagai bagian mendukung energi bersih dan ramah lingkungan dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Kementerian ESDM telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di hampir semua kantor miliknya.

Baca Juga : Warga Minta Perbaikan Total, Jangan Setengah-setengah

Manfaat positif pun terasa. Tagihan listrik lebih murah dan terbebas dari emisi gas rumah kaca. Karena itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengajak masyarakat untuk memasang PLTS Atap. Agar berjalan masif, Jonan mencetuskan gerakan sejuta surya atap.

Baca Juga : Belajar dari Singapura

“Kalau kita bikin PLTS (Atap) ini juga akan menghemat tagihan listrik, listriknya juga bisa impor- ekspor dengan PLN,” ujar Jonan pada Kampanye Sejuta Surya Atap di Jakarta, Juli lalu.

Baca Juga : DPR Minta Penimbun Masker Dan Sembako Ditindak Tegas

Jonan menyarankan badan usaha maupun industri agar dapat memanfaatkan dinding dan atap bangunan untuk dipasang panel-panel surya. Upaya ini akan mampu mendorong 10 persen peralihan energi fosil menuju energi bersih pada sektor bisnis dan industri. ■