Tarik Wisatawan ke Indonesia

Festival Payung Indonesia 2019 Gebrak Thailand

Klik untuk perbesar
Aksi para penari Indonesia di ajang pembukaan Bo Sang Umbrella di Thailand pada Jumat (18/01). Ini bagian dari promosi Festival Payung Indonesia yang akan diadakan September 2019 di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (Foto:FBKemenpar)

RMco.id  Rakyat Merdeka -  Festival Payung Indonesia (FPI) baru akan dilaksanakan September 2019 nanti. Tapi, gebrakannya sudah terasa sampai ke Thailand. Itu setelah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memanfaatkan momen pembukaan Bo Sang Umbrella Festival 2019 di Thailand, sebagai ajang launching Festival Payung Indonesia (FPI) 2019, pada Jumat (18/1) lalu.

Pendiri Festival Payung Indonesia, Heru Mataya mengatakan, jadi sejarah baru. Sebab untuk kali pertama, festival yang masuk 100 Calendar of Event (CoE) dilaunching di luar negeri. "Ini yang menarik. Karena, baru kali ini festival yg masuk 100 CoE Kemenpar launching di luar negeri. Kali ini di Chiang Mai Thailand.

Ini merupakan strategi untuk mengundang wisawatan untuk datang ke FPI yang tahun ini dilaksanakan pada 6-8 September 2019 di Desa Wanurejo Borobudur, Magelang Jawa Tengah," ujar Heru Mataya pada pembukaan Bo Sang Festival Umbrella.

Berita Terkait : Pertumbuhan Kredit Triwulan I Melambat


Dalam kesempatan itu, delegasi FPI langsung tampil menggebrak. Sajian Fashion Dance 'Sheen Of Toraja' ditampilkan dengan atraktif. Warna-warni berbagai kreasi payung khas Indonesia tampil luar biasa. Begitu juga kostum para penari yang menggambarkan kekayaan seni budaya Toraja. Hasilnya, karya Dian Oerip tersebut memukau penonton.

"Ini merupakan bukti keseriusan kami dalam mengemas FPI 2019 nanti. Makanya kami tampilkan karya terbaik untuk mengundang wisatawan datang. Terlebih lokasi perhelatan FPI 2019 adalah Borobudur yang merupakan tempat sakral bagi penganut agama Buddha yang merupakan agama mayoritas warga Thailand. Tentunya itu akan menjadi magnet tersendiri," ungkapnya.

Di Festival Payung Bo Sang, FPI juga menampilkan berbagai suguhan lainnya. Seperti Pameran Payung Tradisi Indonesia, Workshop Payung Tradisi Indonesia, Workshop dan pameran kuliner Indonesia, Pentas Tarian Payung Indonesia hingga Fashion Show Payung Indonesia. Terpisah Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengatakan, Bo Sang Umbrella Festival selalu menarik minat turis. Termasuk di antaranya turis Amerika Serikat, Selandia Baru, Belgia, India, dan Inggris. Indonesia melalui brand Wonderful Indonesia, memanfaatkan Bo Sang Umbrella Festival untuk mempromosikan pariwisatanya.

Berita Terkait : Raup Laba Rp 3 Triliun, Semen Indonesia Pake Jurus Khusus

Hal ini dianggap penting. Karena, festival ini juga merupakan Sister Festival dari FPI yang rutin digelar dan masuk ke dalam 100 CoE Kemenpar.


"Promosi Wonderful Indonesia pada Festival Payung Bo Sang diharapkan dapat mempopulerkan FPI itu sendiri sekaligus destinasi wisata yang ada di Indonesia. Apalagi Bo Sang Umbrella Festival banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Tentunya itu akan menjadi bonus promosi yang kita tampilkan," ujar Rizki.

Menurut Kepala Bidang Pemasaran Area III Regional I, Florida Pardosi, kegiatan ini juga upaya peneguhan hubungan sister-festival antara Festival Payung Indonesia dan Bo Sang Umbrella Festival. MoU telah ditandatangani dan disepakati bersama di Kota Tonpao, Chiang Mai, pada 20 Januari 2018 lalu.

Berita Terkait : Pupuk Borong 17 Penghargaan PR Indonesia

"Kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan budaya antara Indonesia-Thailand. Dengan peningkatan hubungan tersebut diharapkan berdampak terhadap kunjungan wisman terhadap Festival Payung Indonesia, khususnya wisman Thailand," ungkap Pardosi.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya tampilnya FPI di Bo Sang Umbrella Festival sangat tepat. Menurutnya Thailand ini bisa dijadikan tempat untuk menjaring ikan di kolam tetangga. Strategi marketing yang sama juga dilakukan di Singapura, yang setahun didatangi oleh 15,5 juta turis mancanegara, ditambah 1,5 ekspatriat yang berada di Singapura.


“Di Thailand ada 30 juta wisatawan mancanegara, 10 jutanya atau sepertiganya sendiri dari China. Dan penerbangan hanya 3-4 jam ke Indonesia. Sehingga bagi travellers masih tergolong jarak medium, sangat ideal. Belum lagi magnet utama dari FPI 2019 adalah Candi Borobudur yang telah mendunia. Ini menjadi nilai plus tersendiri,” kata Arief Yahya. (IPL)

RM Video