Ekonomi Confident Jalani Tahun Politik

Klik untuk perbesar
Hendri Saparini berbicara dalam sharing session PT Waskita Beton Precast, bertajuk Gather and Be Thankful Together di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. (Foto Mellani Eka Mahayana/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada kekhawatiran pada 2019, tahun politik pertumbuhan ekonomi terhambat. Tapi tidak demikian dengan penilaian Hendri Saparini, pengamat dari Ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia. Menurutnya, invetasi harus tetap jalan, meskipun berlangsung pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

“Waktu pilkada tahun lalu, ekonomi tetap jalan. Bahkan daerah-daerah yang berlangsung pilkada, pertumbuhannya cukup baik,” katanya dalam media gathering PT Waskita Precast Beton yang berlangsung di Hotel Komodo Ayana Resort, Labuan Bajo, Ahad lalu (3/2).

Berita Terkait : Terkabul, Cita-cita Nenek Ditangkap Polisi


Provinsi-provinsi yang penting dan heboh pemilu seperti Jawa Timur (Jatim) ternyata PDRB tumbuh lebih tinggi. "Jatim sampe triwulan III tahun 2018 pertumbuhannya naik dari 5,16persen, menjadi 5,4persen per tahun,” imbuhnya. Kemudian Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan juga tumbuh di atas 7persen.

Padahal setelah pilkada Juni 2018 tersisa waktu enam bulan menjelang akhir tahun.  Pertumbuhan ekonomi terjaga baik. Sedangkan pemilihan di tahun ini di  April, berarti masih tersisa delapan bulan di 2019.

Berita Terkait : Triwulan II, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramal Landai

“Artinya saya melihat tidak masalah,” ujarnya.


“Saya kira pertumbuhan ekonomi tahun ini tidak akan lebih buruk daripada 2018.”

Berita Terkait : Harga Tiket Pesawat Mahal, Pertumbuhan Ekonomi Kena Getahnya

Ia mengaku cukup optimistis karena pada 2019, pemerintah akan menjalankan anggaran pendapatan dan belanja negara 2019. “Artinya apa pun yang terjadi dengan hasil pemilu April nanti, pemerintah masih akan menjalankan APBN 2019 sampai akhir tahun ini.” Ini yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Begitu pula mengenai investasinya. Mereka tidak akan terganggu situasi pemilu.

Hendri menunjukkan investasi makanan minuman yang tumbuh 35 persen dan termasuk investasi jangka pendek. Mereka tak bisa berhenti sementara. Begitu pula investasi jangka panjang di bidang migasnya. Sifatnya jangka panjang. Tidak terpengaruh dengan pemilu. “Saya kira kita cukup confident menghadapi tahun politik.”[MEL]

RM Video