Luhut Ajak Pemuda Melek Dunia Maritim

Klik untuk perbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan Bekerja sama dengan Grab, menggelar Thinkubator di Kota Kasablanka, Jakarta, kemarin. (Foto : maritim.go.id).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau generasi muda untuk melek di dunia maritim. Khususnya, para generasi muda yang berkecimpung di dunia startup.

“Kita negara maritim terbesar di dunia, tapi industri yang menguasai dunia maritim baru 8 sampai 9 persen. Jadi saya berharap kepada generasi muda bisa masuk ke sana (industri maritim),” ungkap Luhut di depan pegiat startup pada acara Thinkubator 2019 di Kota Kasablanka, Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Luhut Tak Risau Dituding Pro Investasi China

Luhut menegaskan, pemerintah sangat mendukung siapa pun pihak manapun yang akan menggarap potensi kemaritiman. Termasuk pelaku startup.


Kata Luhut, jangan ragu untuk terjun menggarap potensi kemaritiman. Pemerintah akan mendukung selama tujuannya untuk kepentingan dan kemajuan nasional. “Generasi muda merupakan penerus bangsa. Kami berharap generasi mudah terus berinovasi menciptakan peluang usaha baru,” ungkapnya.

Berita Terkait : Luhut Diserang Lawan: China Lagi, China Lagi

Luhut menuturkan, munculnya pelaku usaha baru sangat dibutuhkan untuk mendorong pemerataan perekonomian. Karena dengan semakin banyaknya pemain baru maka yang menikmati kue ekonomi, orangnya tidak itu-itu saja. “Jadi bukan yang kaya semakin kaya tetapi dari level menengah tumbuh,” cetusnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyampaikan, pengembangan ekonomi maritim sangat penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Ekonomi maritim sudah seharusnya menjadi penggerak utama untuk menopang perekonomian. ”Pengembangan ekonomi maritim sudah dimulai. Pemerintah memberikan fokus terhadap pengembangan ekonomi maritim,” ungkap Arif.

Berita Terkait : Luhut Yakin Indonesia Bisa Curi Posisi China

Arif menyebutkan, dalam paparan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Rokhmin Dahuri di Universitas Padjajaran pada 2018, total nilai potensi ekonomi maritim sekitar 1,33 triliun dolar AS per tahun dengan potensi serapan tenaga kerja sekitar 45 juta orang. [NOV]