Soal Wacana Tarif Listrik Turun 20 Persen

Jonan: Subsidi Bisa Bengkak Jadi Rp 120 Triliun

Klik untuk perbesar
(Dari Kiri) Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Dirreg JTBN) PLN Djoko R. Abumanan, Wakil Gubernur Provinsi NTT Josef Nai Soi, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat berbincang dengan anak pemilik rumah, penerima sambung listrik gratis dari CSR PLN (Persero),  di Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dok : Fazry/RM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Calon Presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menjanjikan penurunan tarif listrik hingga 20 persen bila memenangi pemilu. Bagaimana pandangan pemerintah?

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan, penurunan tarif listrik 20 persen bisa saja dilakukan. Hal itu tergantung kebijakan pengelolaan anggaran.

Berita Terkait : Jonan: Tarif Listrik Tak Naik Dari 2015

Jonan menyebutkan, untuk menurunkan tarif listrik sebesar 20 persen butuh tambahan subsidi listrik di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 55 sampai 60 triliun. Saat ini anggaran subsidi listrik 2019 ditetapkan Rp 57 triliun.


“Kalau tarif listrik mau diturunkan 20 persen, ya subsidinya nambah jadi Rp 100 triliun sampai Rp 120 triliun. Kalau mau ditempuh itu pasti bisa. Tinggal DPR setuju apa tidak,” tutur Jonan di Bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada wartawan, kemarin.

Berita Terkait : PLN Perkuat Setrum NTT

Jonan menekankan pentingnya memperhatikan skala prioritas dalam mengelola anggaran.

“Itu mau untuk subsidi atau pembangunan. Pilihan setiap pemerintahan maunya bagaimana, apa mau bangun jalan lagi, bangun kelistrikan di desa-desa atau bagaimana?” ujarnya.
 Selanjutnya 

RM Video