Pemerintah Realistis

Target Ekspor Dipatok Moderat

Klik untuk perbesar
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan. (Foto: Net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan pede target ekspor tahun ini tetap tercapai meskipun perekonomian dunia mengalami perlambatan.

"Target tidak berubah meskipun ada ramalan pertumbuhan ekonomi global akan tambah turun tahun ini. Sesuai rapat kerja lintas Kementerian, target ekspor non migas tahun ini tumbuh 7,5 persen dengan nilai mencapai 175 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka itu tetap sampai akhir tahun,” ungkap Oke kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.

Dia menjelaskan, target 7,5 persen tahun ini lebih tinggi dari capaian pertumbuhan ekspor non migas tahun 2018 sebesar 6,7 persen dengan nilai 162,8 miliar dolar AS. Tapi jika dilihat dari besaran target, jauh lebih rendah dari target 2018 yang dipatok 11 persen.

Berita Terkait : Indonesia Masih Bisa Tumbuh Di Atas 5 Persen


Oke menuturkan, target pertumbuhan ekspor 2019 yang ditetapkan pemerintah sudah mempertimbangkan realita mengenai ketidakpastian ekonomi dunia. “Sebelumnya memutuskan angkanya, kami lebih dulu melihat perkembangan yang terjadi dan berbagai studi yang ada. Artinya, angka itu adalah target yang moderat,” ungkapnya.

Untuk mencapai target, Oke mengungkapkan, pemerintah fokus mendorong peningkatan ekspor pada produk yang kinerjanya masih memiliki potensi untuk digenjot, seperti otomotif dan tekstil. Selain itu, pemerintah akan meningkatkan ekspor produk jadi sebagai mengantisipasi penurunan ekspor berbasis komoditas.

“Struktur ekspor Indonesia masih mengandalkan komoditas seperti minyak kelapa sawit dan batubara. Komoditas ini mulai rentan terpengaruh fluktuasi harga komoditas dunia,” ungkapnya.

Berita Terkait : Kementan Lepas Ekspor Nanas Ke Spanyol dan Pisang Lampung Ke China

Oke menambahkan, untuk menghadapi tantangan ekonomi tahun ini, pihaknya sudah bertemu pelaku usaha meminta masukan. Dengan begitu, diharapkannya kebijakan yang diambil pemerintah bisa memperkuat langkah-langkah penguatan ekspor tahun ini.


Oke mengajak para eksportir agar memaksimalkan utilisasi pakta perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) untuk meningkatkan kinerja ekspor. Kemendag siap memfasilitasi jika ada hambatan di dalam mengakses pasar bebas.

Oke mengungkapkan, pemerintah akan berperan aktif untuk menyelesaikan sejumlah pakta perdagangan bebas baru untuk mendorong kinerja ekspor. Antara lain, perjanjian Regional Comprehensive Economi Partnership (RCEP), Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), dan Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Berita Terkait : Pemerintah Mau Gratiskan Pajak Semua Ekspor Jasa

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan target pertumbuhan ekspor yang ditetapkan pemerintah realistis. Hal itu bisa dilihat dari target pertumbuhan yang ditetapkan di bawah 10 persen. “Konflik perang dagang antara Amerika dan China yang belum menemui titik terang. Ekonomi dunia masih mengalami perlambatan,” imbuhnya. [NOV]

RM Video