Dongkrak Harga Karet, PTPN V Tebar Insentif

Klik untuk perbesar
Menteri BUMN Rini M. Soemarno (kanan) bersama Dirut PTPN 5 Jatmiko K. Santosa (kiri) dan Gubernur Riau Syamsuar (tengah) menyiram bibit pohon kelapa sawit yang ditanam pada acara BUMN Untuk Sawit Rakyat di Rokan Hulu, Riau, Kamis (11/4). (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) akan memberikan subsidi harga bahan olah karet rakyat (bokar) untuk mendongkrak harga karet petani.

Direktur Utama PTPN V Jatmiko K Santosa mengatakan, subsidi tersebut masuk dalam Program Insentif Untuk Karet Rakyat. Program tersebut sudah dilakukan di dua wilayah unit kerja PTPN V, Bukit Selasih dan Sei Lindai, Provinsi Riau.


"Ini sebagai wujud BUMN Hadir Untuk Negeri. Program insentif ini terbukti dalam waktu singkat telah berhasil meningkatkan kesejahteraan petani karet di Riau," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (16/4).

Berita Terkait : Dongkrak Industri, Insentif Fiskal Bagi Pengusaha Terbit Tahun Ini

Setelah program tersebut diluncurkan, harga bokar naik 23,48 persen. Insentif juga membuat harga karet lebih kompetitif. Alhasil harga bokar tidak dipermainkan lagi oleh pengepul besar.

Jatmiko mengatakan, sebelum dilakukan pemberian insentif, harga bokar di kalangan petani rata-rata sebesar Rp 7.802-Rp 8004 per kilogram (kg). Namun, melalui program tersebut, harga bokar Rp 9.336-Rp 10.117 per kg. Naik naik rata-rata mencapai Rp 1.539 per kg.


“Kenaikan harga bokar naikkan pendapatan petani hingga rata-rata mencapai Rp 1.539.000 per bulan," jelasnya.

Berita Terkait : Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Pengusaha

Hingga minggu pertama April 2019, program insentif karet telah dinikmati hasilnya oleh total 2.923 petani. Mereka terdiri dari 983 orang petani di wilayah kerja Unit Pabrik Pengolahan Karet Rakyat (PPKR) Bukit Selasih (BSE) di Indragiri Hulu Selanjutnya 1.940 petani yang berada di wilayah Kebun Sei Lindai (SLI) di Kampar juga menikmati hasil serupa.

Sementara jumlah insentif yang telah dikucurkan bagi karet petani hingga Minggu pertama April 2019, telah mencapai Rp3,6 miliar. Untuk diketahui, saat ini jumlah petani plasma karet di Riau sebanyak 11.921 orang (khusus jumlah Petani Plasma PTPN V sebanyak 8.931 orang) dan petani karet rakyat (mandiri) 235.908 orang.


"Kami optimistis, inovasi bisnis yang kami lakukan ini akan dapat meningkatkan pendapatan petani karet sekaligus menjadi wujud peran aktif BUMN yang selalu hadir dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Jatmiko. [DIT]

RM Video