Sumbang 17% Gas Ke Indonesia

Investasi Blok Corridor Sumsel Dilanjutkan

Klik untuk perbesar
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) bertemu dengan CEO Conoco Phillips Ryan Lance (ketiga kiri) di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS), Rabu (22/5) waktu AS atau Kamis (23/5) waktu Indonesia. Ikut mendampingi Jonan, Duta Besar RIuntuk ASMahendra Siregar (ketiga kanan), Wakil Kepala SKK Migas Sukandar (kedua kanan), Konsul Jenderal RIdi Houston, Nana Yuliana (kanan) dan Staf Khusus Menteri ESDM Eddi Hariyadhi (kedua kiri). (Foto: Kementerian ESDM).

RMco.id  Rakyat Merdeka - CEO Conoco Phillips Ryan Lance menyatakan komitmen untuk melanjutkan operasi migasnya pada Blok Corridor di Sumatera Selatan. Selama ini, Blok Corridor menyumbang sekitar 17 persen dari total produksi gas di Indonesia. 

Komitmen itu disampaikan Lance usai bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Houston, Texas, Amerika Serikat.  Kunjungan, Menteri ESDM RI ke kantor kontraktor minyak dan gas (migas) Conoco Phillips di Houston, Amerika Serikat, membuahkan hasil. 

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, Jonan bertemu dengan Lance pada Rabu (22/5) waktu setempat. 

Berita Terkait : Pak Jokowi, Ditunggu PM Abe di Osaka Ya...


“Pak Jonan tiba di Houston, untuk bertemu dengan investor migas Conoco Phillips. Pertemuan itu difokuskan untuk membahas kelanjutan operasi Conoco Philips pada Blok Corridor di Sumsel. Di sana juga bertemu dengan kontraktor Chevron,” kata Agung, kemarin. 

Dalam pertemuan itu Jonan didampingi Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar, Duta Besar RI di Washington Mahendra Siregar, dan Konjen RI Nana Yuliana di Houston. 

Dilanjutkan Agung, dalam pertemuan tersebut, Conoco Phillips selaku operator eksisting berkomitmen untuk terus mengoperasikan Blok Corridor bersama pemegang participating interest saat ini. 

Berita Terkait : Menkeu Pede Investasi Kuartal Dua Menguat

Pasalnya, hak kelola Blok Corridor akan berakhir pada tahun 2023.  “Pemerintah terus mengedepankan pendekatan business to business dalam kerangka penerimaan negara yang lebih maksimal untuk memastikan kelanjutan operasi blok tersebut t ini, Blok Corridor menyumbang sekitar 17 persen dari total produksi gas di Indonesia. 


Agung mengatakan, Menteri Jonan juga melakukan pertemuan dengan Executive Vice President Upstream Chevron James W. Johnson. Pertemuan ini membahas beberapa isu antara lain Blok IDD dan transisi Blok Rokan kepada Pertamina. 

Seperti diketahui, Pertamina bakal mengambil alih pengelolaan Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia, mulai 2021. Kini, perusahaan minyak pelat merah tersebut, tengah mencari mitra untuk mengelola Blok Rokan. Terbuka peluang Chevron kembali terlibat. 

Berita Terkait : Alhamdulillah, Akhirnya SKK Migas & Inpex Corporation Teken HoA Blok Masela

Untuk transisi Blok Rokan, ada tiga opsi yang disiapkan pemerintah dan Pertamina. Opsi pertama yakni operasi bersama, meskipun ia menilai opsi ini sulit dilakukan.  Kedua, memaksimalkan area di sekitar Blok Rokan yang belum dikelola dan dikembangkan lebih lanjut. Lalu, opsi terakhir, perencanaan bersama rencana kerja Blok Rokan. Perencanaan bersama untuk memastikan kesinambungan investasi sehingga produksi terjaga dan kasus Blok Mahakam tidak berulang. [NOV]

RM Video