Jepang Sepakati Blok Masela

Menteri Jonan Terharu

Klik untuk perbesar
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) menyalami CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda setelah penandatanganan ­Minute of Meeting terkait kesepakatan proyek Blok Masela.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah puluhan tahun berlangsung alot,  pengelolaan Lapangan Abadi Blok Masela akhrinya disepakati.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.

Jonan dan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda menyepakati sejumlah poin strategis yang memungkinkan pengembangan proyek Lapangan Abadi Blok Masela segera dilakukan.

Jonan tiba di Jepang dari lawatan sebelumnya ke Houston, Amerika Serikat. Pertemuan dengan Inpex kali ini, merupakan pertemuan lanjutan pada 16 Mei di Tokyo. 

Kesepakatan final ini, ditandai dengan penandatanganan Minute of Meeting oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda, disaksikan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Berita Terkait : Stok Beras di Sulsel Luber

“Saya sampai terharu,” kata Jona Kepada Rakyat Merdeka kemarin.

Dalam pertemuan kali ini, Jonan didampingi Duta Besar Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar, dan Deputi Perencanaan SKK Migas Jafee Suardin.

Kementerian ESDM menyebut nilai investasi pengembangan Blok Masela mencapai sekitar 20 miliar dolar AS. Kedua pihak berhasil mencapai win-win solution  dengan skema bagi hasil, di mana pemerintah sekurangnya mendapat bagian (split) 50 persen.


Jonan mengatakan, penandatangan perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation akan dilaksanakan pada pertemuan G20 di Jepang, beberapa waktu mendatang.

Berita Terkait : Stok Minyak Menipis, Jonan Minta Industri Migas Berhemat

“Akhirnya Inpex dan SKK Migas sepakat atas pokok-pokok pengembangan blok Masela di Tokyo. Nilai investasi antara 18-20 miliar dolar AS dengan pembagian yang fair bagi Indonesia dan kontraktor,” ungkapnya.

Pada pertemuan sebelumnya, juga berhasil disepakati kerangka final Plan of Development (PoD) Blok Masela di Laut Arafuru, Maluku. Pertemuan hari ini membahas negosiasi detail dari kerangka tersebut, sehingga perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation Jepang bisa segera ditandatangani.

Dengan demikian, maka pembahasan tentang Blok Masela yang sudah  berlangsung lebih 20 tahun telah menemukan titik akhir, yang akan memberi dampak positif bagi peningkatan iklim investasi nasional serta pembangunan kawasan Timur Indonesia.

Pengamat Energi dari ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengapresiasi kesepakatan yang dicapai dalam Blok Masela. Karena, jika pembahasan berlarut sehingga pengembangan Blok Masela tertunda-tunda, ada risiko pasar Liquefied Natural Gas (LNG) jenuh. 

Berita Terkait : Soal Subsidi Energi, Menteri Jonan Pilih Yang Tepat Sasaran

"Nanti keburu pasar LNG jenuh, karena produksi dari tempat lain masuk," katanya.

Sekedar informasi, Blok Masela masuk dalam daftar proyek strategis nasional. Pemerintah memutuskan menambahkan sejumlah proyek ke dalam daftar proyek infrastruktur prioritas untuk mempercepat proses pengerjaan. Tujuannya, untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Selain Blok Masela, proyek laut dalam Indonesian Deepwater Development (IDD) yang dioperatori Chevron juga dimasukkan dalam daftar proyek strategis nasional. Ada pula proyek pengolahan gas alam cair Tangguh Train 3 dan pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung Baru di Blok Cepu. (KPJ)