Ribuan Pengungsi Suriah Ingin Mudik Di Hari Raya

Para pengungsi Suriah dengan sabar antre di pintu perbatasan Turki-Suriah untuk keperluan pemeriksaan keamanan. (Foto : AFP).
Klik untuk perbesar
Para pengungsi Suriah dengan sabar antre di pintu perbatasan Turki-Suriah untuk keperluan pemeriksaan keamanan. (Foto : AFP).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekitar 1.500 pengungsi Suriah yang melarikan diri ke Turki diperkirakan akan kembali ke negara mereka untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Gelombang pemudik ini sudah mulai terlihat melintasi perbatasan Turki pada 20 Mei lalu. 

Diberitakan harian Hurriyet, para pengungsi Suriah tidak bisa dengan leluasa keluar masuk perbatasan Turki. Antrean panjang bisa terlihat di pintu perbatasan karena pasukan keamanan memeriksa barang bawaan orang yang melintas.

Untuk keamanan dan keselamatan anak-anak yang dibawa orang tua mereka mudik ke Suriah, Pusat Kesehatan Umum Turki memberikan imunisasi kepada seluruh anak di bawah 15 tahun.

Berita Terkait : Rupiah 14 Ribu Lagi, Sri Mul Masih Bisa Tenang?

Sebagai negara yang menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah, Turki memprediksi jumlah pengungsi yang mudik sementara bisa lebih dari 1.500 orang.

Mona Mutayr, contohnya. Wanita yang tinggal di penampungan Turki berusaha berhemat. Dia berharap bisa melintas perbatasan Turki menuju Suriah di Idulfitri. Selama Ramadan, Mutayr menyediakan menu kentang dan mentimun.

Santapan ini dia sajikan sejak perang yang memaksa Mutayr dan keluarganya meninggalkan rumah mereka awal Mei. Mulanya, dia sekeluarga mendirikan kemah di hutan zaitun dekat perbatasan Turki.

Baca Juga : Australia Umumkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona

“Hari-hari itu terasa sangat panjang dan berat,” kata Mutayr ( 31), seperti dikutip AFP.

“Kami menghabiskan Ramadan di sini (pengungsian) bukanlah kemauan kami,” lanjutnya.

Dilansir AFP, rezim Damaskus dan sekutunya, Rusia, telah melakukan pemboman mematikan dalam beberapa pekan terakhir di wilayah barat laut Suriah, Idlib. Serangan menyebabkan lebih dari 200 ribu orang mengungsi.

Baca Juga : Jarang Turun, Nasib Kepa Tak Jelas

Lebih dari sepertiganya sekarang tinggal di area terbuka, setelah gagal menemukan tempat berlindung di kamp-kamp pengungsi.
 Selanjutnya