Redam Unjuk Rasa, Presiden Prancis Katrol UMR

Klik untuk perbesar
Presiden Prancis, Emmanuel Macron saat mengadakan pertemuan dengan parlemen yang membidangi sektor perbankan di Elysee, Prancis, Selasa (11/12). (Foto: Reuters)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meredam demonstrasi gerakan massa rompi kuning, Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji meningkatkan upah minimum dan menurunkan pajak untuk beberapa pensiunan. Menurut Macron, dia telah mendengar dan memahami kemarahan para demonstran, sembari mengakui belum bisa memberi solusi cepat sejak terpilih jadi presiden.

“Saya mungkin telah menciptakan kesan bagi Anda, bahwa ini tidak menjadi perhatian saya. Bahwa saya memiliki prioritas-prioritas lain. Saya bertanggung jawab. Saya tahu telah melukai sebagian dari Anda, dengan kata-kata saya,” ujarnya dalam pidato televisi.

Berita Terkait : Ledakan Monas Tak Pengaruh Ke Istana

 Selama beberapa pekan terakhir, aksi demonstrasi telah menimbulkan masalah besar bagi negara. Tuntutan yang disampaikan berujung pada serangkaian tindak kekerasan, yang tidak bisa diterima.

Meskipun aksi protes dan kemarahan demonstran itu sah dalam negara yang demokratis, dia mengatakan,“Tidak ada kemarahan yang bisa membenarkan serangan terhadap seorang polisi, atau aparat, atau merusak toko dan bangunan publik. Ketika kekerasan meletus, kebebasan berakhir".

Berita Terkait : Presiden 3 Periode, Wacana Racun

 Untuk membantu para buruh, pemerintah akan menerapkan langkah-langkah konkret mulai 1 Januari 2019. Termasuk, meningkatkan upah minimum sebesar 100 euro (Rp 1,7 juta) per bulan.

Kerja lembur akan dibebaskan dari pajak dan pungutan sosial. Rencana pajak pensiun di bawah 2.000 euro (Rp 33 juta) per bulan, akan dibatalkan. Semua perusahaan yang mampu, akan diminta memberikan bonus akhir tahun yang bebas pajak. “Kita sedang melewati momen bersejarah negeri kita. Dengan dialog, sikap hormat, dan interaksi, kita akan sukses. Satu-satunya perhatian saya adalah pada Anda semua. Satu-satunya pertempuran yang saya tempuh adalah untuk Anda, dan satu-satunya pertempuran kita adalah demi Prancis,” tegasnya.  [DAY]