Duta Besar Indonesia Untuk Korea Selatan Umar Hadi

Senang Gamelan Jadi Tenar Di Generasi Muda Seoul

Para mahasiswa yang memepelajari gamelan di SIA menunjukkan hasil latihan gamelan mereka kepada civitas kampus, Rabu (12/6). (Foto : kbri_seoul).
Klik untuk perbesar
Para mahasiswa yang memepelajari gamelan di SIA menunjukkan hasil latihan gamelan mereka kepada civitas kampus, Rabu (12/6). (Foto : kbri_seoul).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kesenian musik tradisional gamelan milik Indonesia ternyata berhasil menarik perhatian anak muda Korea Selatan.

Mahasiswa di Institut Seni Seoul adalah segelintir anak muda yang mendalami seni musik khas pulau Jawa sebagai kegiatan ekstrakulikuler di kampus.

Sejak 2018, KBRI Seoul dan Seoul Institute of the Arts (SIA) melakukan kerja sama dalam mempromosikan gamelan kepada para mahasiswa SIA.

Gamelan merupakan satu-satunya alat musik negara asing yang diajarkan di kampus tersebut bahkan dijadikan salah satu mata kuliah dengan nama World Music Class.

Berita Terkait : Dorong Investasi Keamanan Jalan Perhubungan Darat

Pada semester musim semi tahun ini, 30 mahasiswa dari berbagai program studi mengambil mata kuliah tersebut. Jumlah tersebut meningkat dibanding semester sebelumnya.

Pertemuan dilaksanakan sekali sepekan selama 3 bulan (Maret-Juni) dengan durasi pembalajaran selama 120 menit di tiap pertemuan.

Dalam kelas tersebut diajarkan tiga lagu yaitu lagu Jawa (Medley lagu Cublak-Cublak Suweng, Gundhul-Gundhul Pacul dan Jaranan), lagu Sunda (Manuk Dadali) dan lagu Bali (Janger).

Diakhir program, diselenggarakan mini konser yang bertempat di Plaza Kampus dan dihadiri oleh wakil rektor, dosen serta para mahasiswa.

Berita Terkait : Latihan Penutup di Sidoarjo, Timnas Indonesia U-16 Raih Kemenangan

Mini konser digelar Rabu (12/6). Para mahasiswa kampus nampak tertarik dengan penampilan musik gamelan yang dibawakan 30 mahasiswa SIA.

“Saya senang seni musik tradisional kita diminati anak muda Korea Selatan. Ini bentuk promosi budaya yang harus terus dipupuk,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, dalam keterangan persnya, kemarin.

Na Yoon-jin, salah satu mahasiswa mengungkapkan kesannya mengikuti kelas tersebut.

“Saya suka suara yang dihasilkan oleh alat musik (gamelan) ini. Saat alat musik dimainkan secara bersama, suaranya membuat perasaan tenang,” ujar Na “Saya senang belajar gamelan terutama pada ‘Kecak Bali’ karena tidak hanya belajar alat musik gamelan namun kita juga ikut bernyanyi dan menari,” aku mahasiswa lainnya Yoo Jong-gwang.

Baca Juga : Rupiah 14 Ribu Lagi, Sri Mul Masih Bisa Tenang?

Dubes Umar Hadi bertekad akan terus mendukung program tersebut. Dia menyampaikan bahwa gamelan mencerminkan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang menekankan azas gotong royong dan harmoni.

“Harmoni dalam Gamelan diciptakan melalui penerapan disiplin dari setiap permainan instrumen. Prinsip yang sama berlaku untuk kehidupan kita yang eksistensinya senantiasa harus bergerak secara harmonis dengan orang lain,” tandasnya. [DAY