Jerman Sawer Rp 413 Miliar Bantu Bangun Sulteng & NTB

Direktur Bank Pembangunan Jerman KfW Angela Tormin (kiri) menandatangani perjanjian penyaluran hibah 25 juta euro dengan Direktur UNDP Indonesia Christophe Bahuet di Jakarta (Foto : UNDP Indonesia)
Klik untuk perbesar
Direktur Bank Pembangunan Jerman KfW Angela Tormin (kiri) menandatangani perjanjian penyaluran hibah 25 juta euro dengan Direktur UNDP Indonesia Christophe Bahuet di Jakarta (Foto : UNDP Indonesia)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Jerman, melalui KfW Development Bank, mengalokasikan 25 juta euro atau sekitar Rp 413 miliar untuk membangun kembali fasilitas infrastruktur di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang rusak akibat gempa bumi. Bantuan itu berupa hibah dan akan dikelola Badan Pembangunan PBB (UNDP), menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah kedua provinsi.

“Saya terkejut dengan besarnya kerugian dan kerusakan parah yang saya saksikan pada kunjungan saya ke Sulawesi. Karena itu saya sangat bangga dengan proyek penting ini, contoh solidaritas antarnegara,” ujar Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Peter Schoof dalam keterangan tertulis, Rabu (12/12).

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

Pada Agustus 2018, Lombok dilanda gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter yang menewaskan 564 orang dan menyebabkan 400 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Gempa itu juga merusak lebih dari 70 ribu rumah. Bulan berikutnya, gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter dan tsunami menghantam Kota Palu dan sekitarnya, menewaskan lebih dari 2.000 orang, dan menyebabkan lebih dari 173 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Bencana juga merusak 68 ribu rumah, 176 fasilitas kesehatan termasuk dua rumah sakit besar dan lebih dari 1.500 gedung pendidikan.

Direktur UNDP Indonesia Christophe Bahuet mengapresiasi kontribusi keuangan Pemerintah Jerman untuk membantu membangun kembali infrastruktur dan mendukung masyarakat di daerah yang dilanda bencana. “Ketika memasuki fase pemulihan dan rekonstruksi, pendanaan dari KfW Development Bank akan menyediakan sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk proses rekonstruksi dan pemulihan infrastruktur publik, seperti kesehatan, pendidikan, pengelolaan limbah padat,” terang Christophe. 

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Pendanaan tersebut juga akan membantu masyarakat memulai kembali kegiatan ekonomi mereka dan menjadi lebih tahan terhadap guncangan di masa depan. Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Rencana Induk dan Rencana Aksi Rekonstruksi yang akan menjadi panduan pelaksanaan proyek pemulihan infrastruktur di Sulawesi Tengah dan NTB. Bersama dengan badan-badan PBB lainnya, UNDP mendukung upaya pemulihan pascabencana 2018. Pendanaan berasal dari sumber daya UNDP dan Dana Tanggap Darurat Pusat PBB. Bagian penting program ini adalah inisiatif cash-for-work UNUNDP untuk membersihkan puing-puing bangunan yang dilanda gempa, yang melibatkan ratusan orang yang selamat dari gempa di Palu. [DAY]