Jelang Pengumuman Pemindahan Kedutaan Ke Yerusalem

Australia Ingatkan Warganya Waspada Saat Ke Indonesia

Perdana Menteri Australia Scott Morrison (Foto: IG @scottmorrison)
Klik untuk perbesar
Perdana Menteri Australia Scott Morrison (Foto: IG @scottmorrison)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jelang pengumuman pemindahan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, Australia meminta warganya untuk waspada saat mengunjungi Indonesia. Para pejabat di Canberra berharap, Perdana Menteri (PM) Scott Morrison mengumumkan hari ini, bersamaan dengan hari sabat Yahudi. Departemen Luar Negeri Australia juga mengeluarkan  peringatan terhadap puluhan warga yang akan berpergian ke beberapa daerah di Indonesia untuk berlibur musim panas, termasuk ke Bali. Mereka diminta meningkatkan kewaspadaan. Pada Oktober lalu, Morrison bersikap erbuka terkait usulan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sebagai langkah konkret, Australia mempertimbangkan memindahkan kantor Kedubes ke Yerusalem.

Berita Terkait : China Minta Australia Longgarkan Aturan Soal Pembatasan Pelancong

“Kami berkomitmen pada solusi dua negara, tapi terus terang itu belum berjalan dengan baik, tidak banyak kemajuan yang terjadi. Anda tidak selalu melakukan hal yang sama serta mengharapkan hasil yang berbeda,” terang Morrison, saat itu. Dia menggambarkan usulan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedubes Australia sebagai hal yang masuk akal sehingga akan dipertimbangkan. Meski akan mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Rabu (12/12), parlemen Australia menyebut mereka tidak akan segera memindahkan kantor Kedubes atas kendala pendanaan. Untuk sementara, Australia baru akan mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel dalam dokumen resmi mereka. 

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Australia juga akan membuka kantor konjen di Yerusalem.Namun, kemudian, kemarin,semua berubah. Pengumuman rencana pemindahan Kedubes disampaikan beberapa hari sebelum pemilihan parlemen di Distrik Sydney, daerah dengan jumlah pemilih Yahudi cukup signifikan. Kandidat dari partai Liberal pimpinan Morrison, yang juga bekas duta besar untuk Israel, tertinggal dalam jajak pendapat. Keputusan Morrison ini bisa saja menggaet suara dari kalangan Yahudi di Sydney. Jika kalah, maka kubu Morrison akan kehilangan mayoritas kursi di parlemen. Tak heran jika kubu oposisi menilai langkah Morrison ini tak tulus, melainkan sebagai cara untuk mempertahankan pemerintahannya. [Al azeera/DAY]