RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Prancis menganugerahkan Trophee des Alumni atau Trofi Alumni untuk enam anak bangsa yang pernah belajar di Prancis dan berprestasi di bidang karier masing-masing.

Penghargaan diserahkan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet di malam penganugerahan di auditorium Institut Prancis Indonesia (IFI), Minggu malam (30/6).

“Malam penganugerahan Trofi Alumni diadakan untuk mengapresiasi tokoh-tokoh utama kerja sama Indonesia dan Prancis sekaligus mempertemukan para alumni Prancis dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian,” terang Dubes Berthonnet.

“Selamat dan semoga jalinan kedua negara semakin erat dengan bantuan anda semua,” ucapnya.

Penerima Trofi Alumni kategori ekonomi, Hasan Fawzi, adalah lulusan Master of Business AdministrationInstitut d’Administration des Entreprises (IAE) de Grenoble, Université Pierre Mendes---yang kini menjabat Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021.

Baca Juga : Berawal dari Pencarian Orang Hilang, Ditemukan Meninggal Dimutilasi

Sesuai keahliannya di bidang saham dan investasi, dia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem di PT Kliring Depositori Efek Indonesia pada periode 1993- 1997, Kepala Divisi Teknologi Informasi di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pada 1997-2008, Direktur Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012 dan Direktur Utama KPEI untuk dua periode yaitu 2012-2015 dan 2015-2018.

Selanjutnya, penerima Trofi Alumni untuk kategori kerja sama maritim adalah Deputi IV Bidang Koordinasi Sumber daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim pada Kementerian Koordinator Bidang Kelautan Safri Burhanuddin.

Lulusan Master dan Doctor Université de Brest Occidentale (1989-1994) saat ini juga menjabat sebagai Komisaris di PT Industri Kereta Api (INKA).

Untuk kategori kerja sama budaya, Irmina, Lulusan Manajemen Hotel dan Restoran ESICAD Montpellier (1991-1994) dianggap pantas menerima penghargaan berkat aktivitasnya menjadi pelopor pendirian berbagai perusahaan komersil dan wisata di Surabaya.

Direktur House of Sampoerna (2005-2018) tersebut mendapat pengakuan dari Pemerintah Prancis melalui pemberian lencana Knight of Arts and Lettres pada 2015.

Baca Juga : Dolar Nanjak, Rupiah Nggak Kebanting

Di kategori gastronomi, The Indonesia’s Pastry Queen, Talita Setyadi, dipilih berkat raihan cemerlangnya usai menyelesaikan pendidikan patisserie di Le Cordon Bleu Paris pada 2011. Talita, sekembalinya ke Indonesia, membuka toko roti BEAU yang populer dan menjadi supplier 100 kafe, restoran, dan hotel di Jakarta.

Pada 2017, dia menjadi satu-satunya juri perempuan dan termuda dalam kompetisi Patisserie tingkat dunia (The World Pastry Cup). Dia juga berhasil masuk Forbes 30 under 30 Asia kategori Art versi Majalah Forbes.

Di kategori sains dan ilmu pengetahuan dan penelitian ada lulusan S3 Institut de Physique du Globe de Paris, Nugroho Dwi Hananto.

Dia adalah salah satu dari sedikit pakar geologi kelautan di Indonesia. Menjabat Kepala Subbidang Diseminasi dan Kerja Sama Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho menjalin jejaring riset bersama dengan berbagai negara termasuk kapal riset Prancis.

Selanjutnya adalah Mexind Suko Utomo, lulusan Ecole Nationale d’Administration (ENA) angkatan Winston Churchill (2014-2015) Mexind Suko Utomo kini bekerja sebagai Public Affairs Manager Airbus Group Indonesia. Dia mendapat anugerah Trofi Alumni di kategori Strategi dan Hubungan Publik.

Baca Juga : Pendiri Al Wasliyah Diusulkan Senator Jadi Pahlawan Nasional

Para penerima penghargaan merupakan bagian dari lebih 2.000 alumni Indonesia yang telah terdaftar pada situs resmi alumni Prancis.

Upacara penyerahan penghargaan dimeriahkan dengan penampilan musik oleh salah satu alumni Prancis, Vira Talisa, serta peragaan busana karya Fairuz Yunus, Farhanah Yunuz dan Dhiani Ayudya Maharani, yang juga alumni Prancis. [DAY]