RMco.id  Rakyat Merdeka - Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Minggu (7/7) petang, mengadakan pertunjukan balet kolaborasi balerina Indonesia dan balerina Australia.

Tampak Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva ada di antara kerumunan penonton.

Pertunjukan balet itu mengangkat tema Historia: The Journey of Ballet in Indonesia. Acara ini karya penari West Australian Ballet (WAB) Christopher Hill untuk merayakan sejarah panjang kesenian Indonesia lewat koreografi balet karyanya.

Baca Juga : Merawat Emosi Umat (2)

“Saya suka sekali pertunjukan balet. Saya senang bisa diundang ke acara ini. Apalagi di akhir pekan,” ujar Dubes Vorobieva.

Pertunjukan selama 60 menit ini merupakan kolaborasi Ballet.id, Dewan Kesenian Jakarta, Woodside Energy dan Kedutaan Besar Australia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan juga ikut menonton. Bersama Dubes Quinlan, Dubes Votobieva larut dalam obrolan seputar balet dan seni tari Australia dan Indonesia.

Baca Juga : Banjir Landa Masamba, Pertamina Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga

Keduanya nampak mengagumi kesenian Nusantara. “Kesenian Indonesia sangat kaya. Cantik sekali bisa dituangkan dalam deretan tari balet. Salut dengan koreografernya,” puji Dubes Vorobieva.

Usai acara, Dubes Vorobieva dan Quinlan bercengkrama dengan Christopher Hill. Pujian mengalir dari kedua Dubes yang dikenal ramah itu.

“Terima kasih ya atas undangannya. Saya benar-benar menikmati pertunjukan dan penampilan luar biasa apik para penari,” puji Vorobieva.

Baca Juga : Hambatan Belajar Daring Wajib Ada Solusinya

Pertunjukan tersebut menampilkan balerina dari Ballet Sumber Cipta, Cicilia Ballet, EKI Dance Company, Marlupi Dance Academy dan Namarina Youth Dance. [DAY]