Topan Yunani Telan Enam Korban Jiwa

Karavan milik dua turis asal Ceko yang terguling akibat diterjang badai di Yunani, masih dipasangi garis polisi. (Foto: BBC Photo)
Klik untuk perbesar
Karavan milik dua turis asal Ceko yang terguling akibat diterjang badai di Yunani, masih dipasangi garis polisi. (Foto: BBC Photo)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Enam turis asing dilaporkan tewas dan 30 lainnya luka, akibat terjangan badai besar yang menyapu kawasan utara Yunani, Rabu (10/7).

Angin puting beliung, hujan deras dan hujan es menerjang Halkidiki, dekat Kota Thessaloniki, sejak Rabu petang (10/7).

Sejumlah kerusakan fisik pada bangunan dan kendaraan pribadi juga dilaporkan warga, akibat hantaman badai. Dua turis asal Ceko tewas saat mobil karavan mereka dihantam badai hingga terguling-guling. Dua turis Romania - seorang ibu dan anaknya- tewas saat atap restoran tempat mereka berteduh runtuh. Sementara seorang turis Rusia dan putranya tewas akibat tertimpa pohon tumbang.

Status darurat pun segera dikeluarkan. Lebih dari 100 petugas penyelamat dan tim SAR segera dikerahkan untuk proses evakuasi.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Kepala Perlindungan Publik Yunani Utara Charalambos Steriadis menggambarkan cuaca yang menerpa Yunani utara sebagai fenomena yang tidak pernah diprediksi. Pasalnya, sebelum badai menerjang, gelombang udara panas mencapai 37 derajat Celcius mendera sebagian besar Yunani selama dua hari belakangan.

Salah satu turis asal Surrey, Inggris, Emily Kishtoo, yang tengah berlibur di Negeri Dewa Dewi, mengatakan keluarganya tengah menikmati suasana pantai saat cuaca mulai memburuk. "Tahu-tahu cuaca menjadi buruk. Petir tiba-tiba menyambar di wilayah pantai. Orang-orang panik. Kacau. Semua berusaha kabur dari kawasan pantai," terang Kishtoo.

Video dan gambar yang merekam momen cuaca menjadi buruk sudah beredar di media sosial. Beberapa gambar menunjukkan betapa parahnya kerusakan akibat badai tersebut. Turis Inggris lainnya, Holly Ellis mengatakan jendela hotelnya tiba-tiba pecah dan pohon-pohon tumbang akibat ganasnya badai. Kawasan lobi hotel pun langsung tergenang karena derasnya hujan yang turun.

"Kami memiliki dua anak kecil dan banyak anak lainnya yang menangis ketakutan," kenang Ellis kepada BBC.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

Padahal terjangan cuaca buruk itu hanya berlangsung selama 20 menit. Akses aliran listrik pun sementara dimatikan untuk meminimalisir korban tambahan. Aliran akr bersih pun mati sejak Kamis pagi (11/7).

"Ini pengalaman pertama saya sejak bekerja selama 25 tahun di sjnj melihat situasi semengerikan ini," ujar Direktur Pusat Kesehatan Nea Moudania, Athansios Kaltas.

"Kejadiannya sangat mendadak dan cepat," ujarnya ngeri.

Menteri Perlindungan Publik Yunani Michalis Chryssohoidis bersiap mengunjungi wilayah terdampak dan membawa bantuan kemanusiaan. Cuaca di Yunani ini adalah satu dari sekian rentetan kondisi cuaca ekstrim di Eropa dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

Gelombang panas sempat melanda sejumlah kawasan pada Juni lalu. Sementara di Prancis dan Italia, dikabarkan dilanda hujan es. Dan di Sisilia dilanda kebakaran hutan pada Rabu (10/7). [DAY]