Kedubes AS Latih Bahasa Inggris Petugas Tanggap Bencana se-ASEAN

Instruktur memberikan materi kepada petugas tanggap bencana se-ASEAN. (Foto IST)
Klik untuk perbesar
Instruktur memberikan materi kepada petugas tanggap bencana se-ASEAN. (Foto IST)

RMco.id  Rakyat Merdeka - 18 anggota tanggap bencana dari 10 negara ASEAN menjalani pelatihan Bahasa Inggris di AHA Center ASEAN pada 1-20 Juli. Pelatihan bahasa bersama ini merupakan inisiatif Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.

Sudah dilaksanakan untuk keenam kalinya, bertujuan memberikan kemampuan bahasa Inggris seputar masalah bencana. Nantinya, peserta diharapkan mampu lebih lancar lagi memberikan informasi mengenai tanggap bencana di wilayah tugas masing-masing.

Tiga instruktur yang dikerahkan berasal dari Middlebury Institute of International Studies at Monterey (MIIA), Amerika Serikat.

Baca Juga : Toyota Sudah Siapkan Strategi Antisipasi Dampak Corona

Direktur dari Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Bradley Horn mengatakan, program ini sangat penting karena bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa resmi untuk bekerja sama di ASEAN. Sehingga jika akan ada kolaborasi di antara negara-negara anggota ASEAN dalam merespons bencana, maka butuh kemampuan berkomunikasi.

Kegiatan ini juga memiliki manfaat jangka panjang. Khususnya, untuk mendukung terciptanya integrasi ASEAN dan kerja sama regional yang lebih kuat ke depan. Salah satu pengajar dari MIIA Alicia Brent-Nurse mengatakan, terdapat tantangan sendiri dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada peserta. Hal itu karena mereka datang dengan kemampuan bahasa yang sangat beragam.

"Namun, kelas ini sangat menyenangkan. Kita belajar hal konkrit dari peserta. Bertukar informasi dan istilah baru," ujar Nurse.

Baca Juga : Wisata Komodo Jadi Primadona di Pameran Utazas Budapest

Gaynor Tanyang dari AHA Centre / ACE Program Coordinator mengatakan program yang diadakan bekerja sama dengan RELO AS ini akan bermanfaat bagi para peserta yang merupakan perwakilan dari 10 negara ASEAN.

"Mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sangat beragam, namun di saat yang sama mereka membutuhkan koordinasi satu sama lain dalam aspek manajemen bencana," kata Tanyang.

Para petugas tanggap bencana yang dilatih juga menerapkan kerangka sistem terjadinya bencana dan masing-masing dari mereka mengambil peran yang berbeda di dalam kelas. Hal itu, jelas dia, bertujuan untuk membuat semua orang berpartisipasi dan benar-benar menyumbangkan pengetahuan yang mereka miliki.

Baca Juga : Mantap, Pasar KPR BTN Capai 90,82 Persen

"Walaupun kompetensi Bahasa Inggris mereka masih rendah, tapi kami terus mendorong agar mereka mengekspos hal-hal yang mereka ketahui sebanyak mungkin," katanya. 

Selain itu, para petugas bencana juga didorong untuk berkolaborasi dan bertukar pikiran terkait manajemen bencana tersebut dengan orang lain di bidangnya. Dalam hal ini, ia mengatakan bahwa para petugas tanggap bencana se-ASEAN itu akan belajar dari satu sama lain.[DAY]