Antisipasi Keramaian Selama Olimpiade, Pekerja Jepang Diminta Cepat Pulang

Penampilan maskot Olimpiade Tokyo 2020 memulai atraksi di kampanye Telework Day di Tokyo Jepang. (Foto: AFP).
Klik untuk perbesar
Penampilan maskot Olimpiade Tokyo 2020 memulai atraksi di kampanye Telework Day di Tokyo Jepang. (Foto: AFP).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pekerja Jepang dikenal dengan budayanya yang giat bekerja. Pekerja kantor di sana terkenal suka bekerja lembur hingga larut malam. Namun, khusus selama perayaan dan event Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020, pemerintah setemapat meminta para pekerja untuk cepat pulang.

Para pekerja di Tokyo dan sekitarnya disarankan untuk menetap di rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak. Pasalnya, selama perayaan Olimpiade tahun depan, Tokyo diprediksi akan didatangi lebih dari 920 ribu turis asing yang ingin menonton langsung acara.

Berita Terkait : Tekuk Argentina 3-0, Brasil U23 Tembus Olimpiade Tokyo

Angka ini belum termasuk jurnalis asing dan para atlet dan delegasi yang datang selama pelaksanaan olimpiade. Pemerintah Tokyo memprediksi akan ada kepadatan pada sistem kereta komiter dan kemacetan di jalan raya selama masa pelaksanaan olah raga akbar ini.

Pemerintah Tokyo meminta para pekerja Jepang untuk menikmati waktu leboh banyak di rumah dan tidak memaksakan diri bekerja hingga larut dan terjebak di antara kerumunan turis dan jurnalis di jantung Kota Tokyo.

Berita Terkait : Menpora Dukung Promosi Pencak Silat Masuk Olimpiade

"Kami tidak ingin para pekerja kami stress melihat keramaian selama pelaksanaan olimpiade. Setidaknya 920 ribu staf olimpiade plus turis asing yang memesan tiket akan mendatangi Tokyo," jelas Kasumi Yamasaki dikutip New Strait Times, kemarin. Populasi Tokyo terakhir tercatat ada 14,1 juta orang. Dengan bayangan per 1 kilometer persegi diisi oleh 6.158 orang.

Pengamat tata ruang Jepang memprediksi akan ada kenakikan penumpang komuter sebanyak 10 dan 20 persen pengguna jalan raya. Dengan jumlah kenaikan ini, pemerintah Kota Tokyo memprediksi ada kepadatan kegiatan dan kemacetan yang dirasakan penduduk sekitar sepanjang olimpiade.

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Pihak kereta api berencana menambah jumlah layanan komuter untuk jam-jam pertandingan. "Jadwal pertandingan dengan jam sibuk kantor akan seting bertubrukan. Kami perkirakan ini akan menambah beban pikiran pekerja Tokyo," ujar Yamasaki.

Dia memperkirakan jumlah orang yang lalu lalang dan menggunakan moda transportasi pada pukul 7-9 pagi akan bertambah.Setahun sebelum pelaksanaan olimpiade, pemerintah Tokyo mengadakan kampanye "Telework Days" pada Senin (22/7).  Kampanye ini mengajak para pengusaha dan badan negara mengubah jam masuk dan pulang kantor "untuk menghindari jam-jam sibuk penonton berlalu lalang."
 Selanjutnya