Warga Korea Gerah Liat Spanduk AntiJepang Marak di Toko dan Jalanan

Spanduk antiJepang di pusat kota Seoul dicopot aparat atas permintaan warga.(Foto Kimasia Twitter)
Klik untuk perbesar
Spanduk antiJepang di pusat kota Seoul dicopot aparat atas permintaan warga.(Foto Kimasia Twitter)

RMco.id  Rakyat Merdeka -  

Di tengah panasnya perselisihan dagang antara Korea Selatan dengan Jepang, sejumlah spanduk dan banner antiJepang dipasang diberbagai sudut kota Seoul. Namun, tidak sedikit yang gerah melihatnya tergantung di setiap tiang lampu dan kios toko.

Lewat petisi online, sekitar 25.000 warga mendesak agar ribuan spanduk itu dicopot. Seperti di kawasan popular Jung-gu dan Myeong-dong di Seoul. Ada juga dipasang di sekitar Istana Deoksugung sampai Pasar Namdaemun.

Berita Terkait : Covid-19 Menggila di Korea Selatan, Inilah Langkah Antisipasi KBRI Seoul

Spanduk dan banner bertuliiskan "NO" dalam huruf kapital dengan huruf 'O' mewakili bendera Jepang. Spanduk dan banner ini berbunyi "Saya tidak mau datangi Jepang, saya tidak akan beli produk Jepang."

Pertikaian ini dimulai terkait putusan pengadilan Korea mendesak Jepang membayar pem kompensasi korban Perang Dunia. Jepang kemudian melarang penjualan suku cadang produk teknologi ke Korsel. Dan segala boikot dan pembatasan dagang berujung pada sentimen antiJepang di Korsel.

Namun, analis menilai sentimen tersebut dieksploitasi politisi dua negara ini untuk kepentingan domestik.

Berita Terkait : Korea Selatan Catat 2 Tewas, Ini Dua Kota Zona Karantina Virus Corona

"Boikot ini seharusnya datang dari setiap indivudu , bukan dari pemerintah," katanya .

"Hebat sekali. Sepanjang jalan menuju kantor dihiasi banner anti Jepang. Kawasan ini dihuni kantor perwakilan negara sahabat. Sekarang mereka tahu Jepang-Korsel sedang bertikai. Luar biasa. Saya malu," komentar Sam Kim-lee mencuitkan pendapatnya di akun Twitter.

"Turis Jepang bukan musuh kami. Kita sama-sama warga biasa," sahut netizen lainnya dikutip AsiaOne.

Berita Terkait : Buka Kejurnas INKAI, Menpora Dianugerahi Sabuk Hitam Dan VII Kehormatan

"Mereka (pemerintah) yang bertikai, kenapa kita harus ikut pusing," sahut netizen yang lain. Banyaknya keluhan netizen ini membuat otoritas setempat mencopot banner anti Jepang.

 

Kepala Distrik Seoul Seo Yang-ho meminta maaf kepada warganya dan sudah memerintahkan pencabutan semua spanduk anti Jepang pada Rabu pagi (7/8). "Kami menerima kritikan dan menerima pemboikotan adalah keputusan pribadi dan tidak boleh dipaksakan oleh otoritas," tulis Seo dalam Facebook-nya. [DAY]