Duta Besar Indonesia Untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy

Pamitan Pada Petinggi Tiga Universitas

BERDOA: Dubes Achmad Chozin Chumaidy (kanan) membaca Al-Fatihah bersama petinggi Universitas Tripoli untuk para korban tsunami yang meninggal (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
BERDOA: Dubes Achmad Chozin Chumaidy (kanan) membaca Al-Fatihah bersama petinggi Universitas Tripoli untuk para korban tsunami yang meninggal (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tak hanya pamitan kepada pejabat Lebanon, menjelang kepulangannya ke Tanah Air, Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy juga menemui para petinggi universitas. Dia mendatangi tiga kampus. Universitas Tripoli dan Universitas Jinan di Kota Tripoli. Serta Universitas Islam Beirut-Akkar (Darul Fatwa) di Kota Halba, utara Lebanon. 

Kepada rektor masing masing universitas, Dubes Chozin menyampaikan permintaan maaf sekaligus berpamitan. Bagi Dubes Chozin, Lebanon merupakan negara yang penuh kenangan. Dia akan meninggalkan Lebanon pada 31 Desember mendatang.

“Kami ingin berterima kasih kepada Masyaikh yang mulia, atas kerja sama yang telah dibangun antara Indonesia dan Lebanon. Khususnya, di bidang pendidikan antara universitas kedua negara. Kerja sama ini akan terus berlanjut dengan duta besar pengganti saya nanti,” ujar Dubes Chozin dalam keterangan pers kepada Rakyat Merdeka, Kamis (27/12). Masyaikh adalah sebutan untuk ulama Lebanon.

Berita Terkait : Najwa dan Perpusnas Rangkul Milenial untuk Lebih Cintai Budaya Literasi 

Di Universitas Tripoli, Dubes Chozin disambut Ketua Yayasan Mujamma’ al Islaah al Islamiyah Syeikh Rasyid Miqati dan Rektor Universitas Ra’fat Miqaati. Mereka tidak bisa menyembunyikan kebanggaan atas kedatangan Dubes Chozin, sekaligus merasa bersedih karena itu merupakan kunjungan terakhir. 

Rektor Universitas Tripoli juga menyampaikan duka yang mendalam atas musibah tsunami yang melanda Banten dan Selat Sunda. Dalam kesempatan itu, dilakukan doa dengan membacakan surat Al-Fatihah untuk para korban meninggal. Di Universitas Jinan, sekitar dua kilometer dari Universitas Tripoli, Dubes Chozin disambut Ketua Yayasan Jinan, Salim Fathi Yakan, rektor universitas, para dekan fakultas, dan sejumlah dosen.

Salim menyampaikan kebanggaannya dengan kedatangan Dubes Chozin. Seraya mendoakan para korban Tsunami di Banten yang telah menelan ratusan korban dan banyak kerugian. 

Berita Terkait : ABC President Indonesia Tingkatkan Investasi di Pabrik Karawang

“Kami sampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara saudara kami di Banten dan Selat Sunda,” ujar Salim. Dalam kesempatan itu, Dubes Chozin menerima kenang-kenangan, berupa pakaian kebesaran pendiri kampus Islam ini, almarhum Fathi Yakan, berupa jubah dan songkok.

Perjalanan Dubes Chozin berlanjut ke Universitas Islam Beirut - Akkar yang berada di bawah naungan Darul Fatwa. Dia disambut Ketua Badan Pengurus Waqaf Akkar, Syeikh Malik Judaidah, dan Rektor Universitas yaitu Syeikh Abdurrahman Al-Rifai. Dubes Chozin, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja samanya dengan Indonesia, khususnya telah menerima mahasiswa Indonesia menuntut ilmu di kampusnya, sebagai kader da’i nantinya.

Pihak kampus menyampaikan, kedatangan para pelajar Indonesia di Akkar mereka anggap sebagai sebuah kehormatan. Tiga kampus yang dikunjungi Dubes Chozin merupakan sebagian dari kampus-kampus yang memberikan beasiswa bagi para mahasiswa Indonesia. Saat ini, 89 mahasiswa Indonesia menimba ilmu di Lebanon, dan semuanya mendapatkan beasiswa. 

Berita Terkait : Cita Rasa Manado Meriahkan Natal Bersama Ratusan WNI

Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatkannya hubungan kerja sama dengan para di Lebanon, jumlah beasiswa semakin meningkat. Selain itu, kerja sama antar kampus di Indonesia dengan kampus di Lebanon juga semakin meningkat. [DAY]