RMco.id  Rakyat Merdeka - Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Pemerintahan Amerika Serikat berencana membuka kantor konsulat di Greenland. Kabar ini muncul tidak lama usai Presiden Donald Trump dikabarkan baikan dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

Rencana pembukaan kantor konsulat ini muncul seiring dengan meningkatnya ketertarikan Paman Sam dengan wilayah Greenland, yang masih menjadi bagian dari Denmark. Kementerian Luar Negeri AS menyampaikan rancangan yang akan diajukan kepada Kongres pekan depan. Rencananya, kantor perwakilan AS ini akan dibangun di Nuuk. Dengan begini, setidaknya AS masih bisa memperluas pengaruhnya di kawasan Artik.

Baca Juga : Soal Pembubaran 18 Lembaga, Ombudsman Usul Jokowi Evaluasi BLU

Diberitakan Associated Press, AS memang memiliki ketertarikan besar untuk meningjatkan kerja sama politik, ekonomi dan perdagangan dengan kawasan Artik. Namun, rencana ini sempat terhenti karena Trump mengejek PM Frederiksen sebagai "orang yang menjijikkan" karena ogah menjual Greenland kepada AS. Namun, sebelum berangkat ke Prancis, Sabtu (24/8), Trump dikabarkan sudah menghubungi Frederiksen dan berbaikan.

"Kami melakukan perbincangan yang sangat indah," ujar Trump kepada awak media sesaat sebelum dia bertolak menuju Perancis, untuk menghadiri KTT G7, dilansir AFP, Sabtu (24/8).

Baca Juga : MotoGP : Rossi-Marquez Apes, Quartararo Juara Seri Pembuka

Trump menuturkan AS mempunyai hubungan yang baik dengan Kopenhagen. Dia juga sepakat melanjutkan di kemudian hari seraya memuji Frederiksen sebagai sosok yang baik. "Dia yang memulai telepon, dan saya sangat menghargainya," lanjut Trump.

Sebelumnya, Trump sempat membuat marah negeri Skandinavia itu karena akan membeli Greenland dari mereka. Hampir seluruh Denmark menolak gagasannya. Trump kemudian memutuskan membatalkan kunjungan yang rencananya digelar 2-3 September mendatang.

Baca Juga : Biar Ngegas, Aturan Bisnis Logistik Jangan Dibikin Ruwet

Frederiksen menjelaskan, dia tersinggung dan kecewa karena hanya karena isu wilayah otonomi Denmark itu, Trump sampai memutuskan tidak datang. Meski demikian, dia mengatakan relasi dua negara tidak mengalami krisis. Dia menyebut Washington dan Denmark adalah sekutu seraya berkata, undangan masih terbuka. [DAY]