Menpora Malaysia Kritis, Tapi Berbudi

Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq (tengah), saat menjamu makan Zakir Naik (kiri). Foto ini diposting Syed Saddiq di akun Instagramnya, Sabtu (24/8). (Foto: Instagram)
Klik untuk perbesar
Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq (tengah), saat menjamu makan Zakir Naik (kiri). Foto ini diposting Syed Saddiq di akun Instagramnya, Sabtu (24/8). (Foto: Instagram)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq bin Syed Abdul Rahman, memang sempat mengkritik habis Zakir Naik, atas ceramahnya yang kontroversial dan dianggap rasis. Namun, Saddiq tetap berbudi.

Hal itu ditunjukkannya, saat menjamu makan penceramah asal India itu, pada akhir pekan kemarin. Momen jamuan tersebut terekam dalam empat foto yang diunggahnya ke Instagram. Dalam salah satu foto, menteri termuda dalam sejarah Malaysia itu terlihat sangat serius. Ia melipat tangan di meja. Postur tubuhnya agak menunduk. Namun matanya tajam, menatap Zakir yang terlihat sedang memberi penjelasan.

Di foto lain, perbincangan Saddiq maupun Zakir terlihat hangat dan banyak tertawa. Selain keduanya, ada tiga pria lain yang duduk semeja. Mereka tampak cukup menikmati per- bincangan Zakir dan Saddiq. Hidangannya sederhana. Di meja segi empat dengan alas kain motif kotak-kotak, hanya ada roti tawar, telur ceplok, dan kue. Minumannya air putih.

Berita Terkait : Menpora Harap Babel Cetak Karateka Berprestasi Internasional

Di keterangan foto, Saddiq meminta warga di negaranya untuk move on. Memaafkan Zakir, karena ia sudah minta maaf. “Tidak ada seorang pun yang bebas dari sebuah kesalahan. Dr Zakir Naik sudah minta maaf. Saya sendiri banyak melakukan sebuah kesalahan, dan berlapang dada bila ditegur,” kata Saddiq, dalam postingan Instagramnya Sabtu (25/8).

“Tidak perlu menepuk dada dan mengeruhkan keadaan lagi. Let’s move on. Negara ini membutuhkan penyembuhan!,” tegasnya. Ia melanjutkan, Malaysia adalah negara multikultural yang kuat. Kesatuan adalah kekuatan.

“Malaysia merupakan negara yang beragam bangsa dan agama. Kami percaya, moderasi mengatasi ekstrimisme. Kesatuan kita, adalah kekuatan kita. Setiap bangsa, ada kontribusinya yang khusus. Mereka adalah rakyat Malaysia, sama seperti saya. Mari kita terus mengikat masa depan kita bersama. Bersatu dalam perbedaan. Lebih kuat, bersama, selamanya,” imbuhnya.

Berita Terkait : Menpora Banggakan Unesa Jadi Pusat Rujukan Sport Science

Postingan menyejukkan Saddiq ini mendapat banyak dukungan. Hingga berita ini diturunkan, sudah mendapat 146.360 like dan 4.928 komentar. Postingan serupa juga diunggah ke Twitter. Dukungannya pun cukup besar. Ada 21,3 ribu like, 13,8 ribu retweet, dan 898 komentar yang sebagian besar sepakat dan memberikan respons positif.

Sebelumnya, Saddiq termasuk salah satu menteri yang ikut menyerukan agar Zakir dideportasi alias diusir dari Malaysia. Sebab, isi ceramah Zakir dinilai rasis.

Pernyataan rasial itu muncul dalam dialog keagamaan di Kelantan, awal Agustus lalu. Ketika itu, Zakir menyinggung soal loyalitas warga Hindu di Malaysia pada pemerintahan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad.

Berita Terkait : Menpora Ingin Maluku Fokus Bina Cabor Potensial Berprestasi

Ia dikecam berbagai pihak, karena membandingkan warga Hindu di Malaysia dengan warga Muslim di India. Dia bilang, warga Hindu di Malaysia menikmati lebih dari 100 persen hak- haknya dibandingkan warga Muslim di India. Dia juga menyebut bahwa warga Hindu di Malaysia lebih loyal kepada PM India, Narendra Modi, daripada PM Malaysia, Mahathir Mohamad.

Ucapan Zakir tak hanya memantik kemarahan umat Hindu, akan tetapi juga etnis China. Saat merespons seruan deportasi dirinya, Zakir mencetuskan pengusiran warga etnis China, yang disebutnya sebagai ‘tamu lama’ di Malaysia.

Mahathir juga sempat marah ke Zakir. Namun, kini marahnya sudah reda. Mahathir memutuskan tidak akan mengusir Zakir dari negaranya. “Untuk saat ini, tidak ada perubahan (pada sikap saya),” ucap Mahathir, Jumat (23/8) lalu. [SAR]