Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Rusia,

Presiden Ukraina Diusulkan Dapet Nobel Perdamaian

Vladimir Zelensky (Foto RTE)
Klik untuk perbesar
Vladimir Zelensky (Foto RTE)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Berkat inisiasinya melakukan pertukaran tahanan dengan Rusia, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky disebut pantas masuk nominasi penerima nobel perdamaian. Hal itu diusulkan analis politik Rusia Stanislav Belkovsky kepada Echo of Moskow.

Menurutnya, langkah yang diambil Presiden Zelensky layak dapat penghargaan. "Saya rasa Kepala Komite Pusat Partai Komunis USSR terakhir, Mikhail Gorbachev, harus menyodorkan nominasi ini kepada panitia Nobel Perdamaian," ujar Belkovsky.

Pekan lalu, Ukraina dan Rusia saling tukar tahanan. Zelensky mengatakan, pertukaran tahanan ini menjadi langkah pertama untuk mengakhiri perang antara tentara Kiev dan separatis pro-Moskow di Ukraina timur.

Berita Terkait : Jokowi: Indonesia Akan Selalu Bersama China

Menurut Zelensky, pertukaran tahanan ini disepakati dengan mitranya dari Rusia Vladimir Vladimorvich Putin. Dia juga berharap segera digelar pertemuan dalam apa yang disebut sebagai "Format Normandia" antara Ukraina, Rusia, Prancis dan Jerman untuk membantu meredakan perang dengan separatis pro-Moskow.

"Semua langkah harus diambil untuk mengakhiri perang mengerikan ini," katanya merujuk pada konflik di Ukraina timur, dikutip Reuters.

Pesawat-pesawat yang membawa tahanan telah mendarat di Moskow dan Kiev. Tindakan kedua pihak dipuji banyak pihak sebagai langkah kemanusiaan bersejarah.

Baca Juga : Senator Lampung Dengar Curhat Guru Honorer

"Pertukaran yang telah lama ditunggu-tunggu telah selesai," kata Komisaris Hak Asasi Manusia Rusia Tatyana Moskalkova.

"Itu sebagai aksi kemanusiaan berskala massal historis," ujarnya.

Dia mengonfirmasikan pertukaran tahanan itu masing-masing 35 orang. Langkah bersejarah ini terjadi setelah negosiasi berbulan-bulan di berbagai tingkatan. Pada satu titik, bahkan presiden kedua negara membahasnya melalui telepon. [DAY]