Puluhan Suster dan Pastor Antusias Ikuti Pelatihan Membatik di KBRI Vatikan

Para rohaniawan di Vatikan antuasias mempelajari seluk beluk batik. (Foto: KBRI Vatikan)
Klik untuk perbesar
Para rohaniawan di Vatikan antuasias mempelajari seluk beluk batik. (Foto: KBRI Vatikan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - KBRI Vatikan menyelenggarakan pelatihan membatik bagi para rohaniwan dan rohaniwati Katolik di Napoli, Italia, pada akhir pekan lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Basilicadell' Incoronata Madredel Buon Consiglio ini dihadiri 29 suster dan tiga pastor dari 10 kongregasi (tarekat) di Napoli dan sekitarnya.

Kongregasi-kongregasi ini secara hierarki berada di bawah Vatikan.

Pelatihan membatik dibuka Dubes RI untuk Takhta Suci Antonius Agus Sriyono, yang dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperluas pengetahuan para rohaniwan dan rohaniwati di Italia mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Berita Terkait : Lestarikan Pancasila, Badan Sosialisasi MPR Kunjungi Vatikan

Dengan mengetahui budaya Indonesia, yang salah satunya adalah proses membatik,  para rohaniwan dan rohaniwati diharapkan dapat menyebarkan keterampilan ini kepada rekan dan kolega asing di kongregasi masing-masing. Sehingga, mereka dapat memahami keberagaman dan keindahan budaya Indonesia.

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapat penjelasan mengenai pengertian batik, jenis, dan coraknya.

Arti batik, berasal dari kata baris dan titik, merujuk pada proses pembuatannya yang berasal dari barisan garis dan titik.

Mengenai jenisnya, terdapat dua macam batik, yaitu tulis dan cap, di mana untuk batik tulis dipakai alat yang dinamakan canting, sedangkan batik cap dibuat dengan mengecap kain menggunakan perangkat berbahan tembaga.

Baca Juga : PLN Siapkan SPKLU Di Surabaya

Dengan begitu, kain yang dapat disebut batik adalah yang telah melalui proses tulis atau cap tersebut. Untuk corak batik, secara umum terdapat motif pegunungan, pesisir, kerajaan, kontemporer, dan dengan pengaruh asing seperti Arab, Eropa dan China.

Selama penyelenggaraan acara, para peserta tampak antusias dalam mengikuti pelatihan membatik. Hal ini dapat terlihat dari serius dan sabarnya para rohaniwan dan rohaniwati, ketika mendengarkan paparan maupun dalam melaksanakan praktik membatik.

Dalam pelatihan, seluruh peserta diberikan kesempatan membuat batik tulis dengan menggunakan kain sutra yang telah diberikan arsiran motif batik, canting dan lilin batik.

Setidaknya, ada tiga tahapan yang dilakukan para peserta dalam menyelesaikan proses membatik. Yaitu melukis motif di atas kain dengan canting dan lilin, mewarnai dengan mencuci dan merebus kain yang telah ditulis, dan kemudian mengeringkannya.

Baca Juga : Van Dijk Tak Butuh Rekor

Kegiatan pelatihan membatik ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan KBRI Vatikan, untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia.

Batik telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sejak 2009 sebagai Masterpiecesof the Oral and the Intangible Heritageof Humanity dalam hal keunikan proses pembuatan dan simbolismenya. [DAY]