Gagal Menang Pemilu, Netanyahu Ogah Hadiri Sidang Majelis Umum PBB

Benjamin Netanyahu (Foto: AP)
Klik untuk perbesar
Benjamin Netanyahu (Foto: AP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah hasil pemilu Israel menunjukkan Partai Likud gagal mendapatkan kemenangan besar dalam pemilu Selasa (17/9), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan enggan hadir dalam sidang majelis umum PBB pekan depan. Kabar ini dikeluarkan kantor perdana menteri Kamis (19/9), dikutip Haretz. 

Hasil penghitungan suara sementara per Rabu malam (18/9), menunjukkan Likid, partai Netanyahu, gagal meraih suara mayoritas dan partai saingannya. Partai Biru dan Putih mendapat suara sama banyak dengan Likud di parlemen. 

Baca Juga : Kepala Layanan Medis Darurat Iran Tertular Virus Corona

Ini merupakan pukulan keras bagi Netanyahu, yang berencana memperpanjang periode kekuasaannya menjadi lima periode. Meski hasil resmi belum diumumkan, Netanyahu nampaknya malas menunjukkan wajahnya di hadapan sidang majelis umum PBB.

Perhitungan sementara, Partai Likud yang menaunginya hanya memperoleh 31 kursi sementara saingannya yaitu  Partai Putih dan Biru (Kahol Lavan pimpinan Benny Gantz, unggul dengan 32 kursi.  Dilansir NBC, Kamis (19/9), Gantz memang unggul tipis dari Netanyahu.

Baca Juga : Ketimbang Pakai Masker, Bersihkan Layar HP Jauh Lebih Efektif

Namun hasil tersebut belum bisa memberikan Partai Biru dan Putih kepastian untuk membentuk pemerintahan baru. Gantz yang kemudian berpidato di hadapan pendukungnya mengatakan, dirinya sudah mendekati dua partai. Mereka adalah Gesher dan Uni Demorasi.

Selain itu Gantz akan bertemu dengan mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman. Menurut Gantz, pembicaraan untuk membetuk pemerintahan gabungan. Gantz menambahkan, dirinya akan berbicara dengan banyak orang agar kondiri memperhatinkan.

Baca Juga : Dukung UMKM Terbaik Indonesia, BNI Luncurkan Bunga Nusantara

Gantz menggambarkan masyarakat Israel adalah tubuh terluka yang membutuhkan perbaikan. Polarisasi dan perpecahan harus ditinggalkan.

Sementara itu, Netanyahu memperingatkan warga Israel jika dirinya kalah dari pemilu, Israel akan dikuasai oleh pemerintahan yang berbahaya di mana dikuasai oleh Arab. Dengan gagalnya Netanyahu di pemilu kali ini, kemungkinan besar rencananya untuk menganeksasi Lembah Yordania di Tepi Barat juga dibatalkan. [DAY]