Negeri Tetangga Tawari Bantuan Redakan Asap

Indonesia Kenapa Masih Jual Mahal?

Dua turis asal Indonesia tetap berfoto-foto di Marina Bay, Singapura, meski pemandangan terganggu dengan tebalnya asap. (Foto Asia One)
Klik untuk perbesar
Dua turis asal Indonesia tetap berfoto-foto di Marina Bay, Singapura, meski pemandangan terganggu dengan tebalnya asap. (Foto Asia One)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Singapura dan Malaysia sudah menawarkan bantuan untuk meredakan bencana asap. Tapi hingga kemarin, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia soal ini. Kenapa kita jual mahal ya?

Kabut asap ini berasal dari kebakaran hutan di Provinsi Riau. Asap sudah menyeberang ke sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Di Malaysia, ribuan sekolah terpaksa diliburkan akibat kualitas udara yang buruk. Pemerintah Malaysia sedang melakukan berbagai daya upaya untuk mengatasi hal ini.

“Saya akan melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN mengenai rencana solusi jangka panjang serta masukan kita mengenai masalah ini,” ujar Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin dikutip Reuters.

Baca Juga : Kondisi 2 Pasien Baru Covid-19 Stabil, Tidak Diinfus dan Sadar Penuh

Salah satu upaya lain Malaysia mengurangi kabut asap adalah memberlakukan hukuman bagi siapa saja yang bertanggung jawab melakukan pembakaran hutan. “Tapi kami butuh dukungan internasional untuk mewujud- kan kebijakan ini,” ujar Yeo.

Perdana Menteri Malaysia (PM) Mahathir Mohamad juga akan memerintahkan semua perusahaan Malaysia yang memiliki lahan yang terbakar di negara lain untuk bertanggung jawab dalam mengurusi kerugian dan upaya pemadaman titik api.

Sedangkan Singapura menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi titik api. Dalam laman Facebook-nya, Kedutaan Besar Singapura di Jakarta menyebut, Kebakaran hutan di Indonesia dan kabut asap akibatnya telah mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Baca Juga : Kementan Ajak Masyarakat Bantu Kendalikan Kematian Babi di Bali dan NTT

“Sangat disesalkan bahwa begitu banyak kehidupan dan mata pencaharian telah terkena dampak,” bunyi pernyataan pihak Kedubes Singapura.

Singapura menilai, jumlah emisi karbon akibat kebakaran hutan akan menimbulkan kemunduran besar bagi perjuangan global melawan perubahan iklim. Disebutkan, kebakaran Indonesia pada 2015 telah meng- hasilkan hampir 1 gigaton karbon dioksida. Jumlah ini lebih dari setengah jumlah 1,5 gigaton yang dihemat dari meningkatnya penggunaan energi terbarukan secara global pada 2015.

“Kami telah menghubungi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Kami telah menawarkan bantuan teknis pemadaman kebakaran ke Indonesia dan siap membantu jika diminta Pemerintah Indonesia, seperti yang kami lakukan pada 2015,” sambung pernyataan itu lagi.

Baca Juga : Pulih, Kapten Liverpool Bakal Turun Lawan Atletico Madrid

Namun hingga kemarin belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia soal tawaran bantuan ini. “Di Singapura, kami telah mengaktifkan Interagency Haze Task Force, dan 28 lembaga pemerintahan bekerja sama untuk memastikan bahwa kami menjaga kesejahteraan dan keselamatan masyarakat. Ini termasuk merawat kelompok rentan, seperti orang tua dan anak-anak,” lanjut pernyataan Kedubes Singapura.

Satuan tugas (Satgas) kabut asap yang terdiri dari 28 lembaga pemerintah itu dipimpin Badan Lingkungan Nasional (NEA). Pembentukan satgas untuk meminimalisir dampak kabut asap serta mempersiapkan penanganan yang tepat dan berjenjang jika kondisi kabut asap memburuk. NEA menegaskan kesiapan serta kesanggupan untuk menangani kabut asap ini.[DAY]