Festival Kopi Indonesia di Moskow, Ramai Diserbu Warga Rusia

Kegiatan coffee cupping ramai dihadiri warga Rusia. (Foto: KBRI Moskow)
Klik untuk perbesar
Kegiatan coffee cupping ramai dihadiri warga Rusia. (Foto: KBRI Moskow)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kopi Indonesia semakin dikenal di Rusia. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia di Moskow, yang berlangsung 11 Oktober lalu.

Festival dihadiri oleh para pelaku bisnis Rusia di sektor kopi. Seperti perusahaan roasting, importir dan distributor, pemilik coffee shop, dan barista.

Festival yang terbagi dalam sesi workshop dan business mixer memperkenalkan ragam kopi Indonesiam. Terutama specialty coffee, coffee cupping dan coffee roasting.

Peserta mendapat penjelasan tentang jenis-jenis specialty coffee Indonesia, dan proses pengolahannya. Specialty coffee yang ditampilkan antara lain kopi Kerinci Natural, Central Java Honey, Toraja, Bali, Gayo Natural, North Malabar, Gayo, Flores Bajawa, dan Toraja Pulu.

Festival juga menyajikan kopi Indonesia yang dibawa oleh para pengusaha dari Indonesia.

Para peserta festival mencoba dan menikmati beragam aroma dan cita rasa kopi Indonesia, di tengah suhu udara yang mulai dingin di Moskow. Mencapai 10 derajat Celsius.

Berita Terkait : Warga Korsel Dilarang Ke Indonesia, Garuda Tetap Terbang Ke Seoul

Ketua Asosiasi Kopi Rusia, Ramaz Chanturia yang hadir dalam Festival Kopi Indonesia mengatakan, pangsa pasar specialty coffee di Rusia berkembang pesat. Seiring dengan peningkatan konsumsi kopi Rusia secara umum, dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia, untuk lebih memperkenalkan kopi Indonesia. Saya berharap, semakin banyak ragam kopi Indonesia yang dapat dijumpai dan dinikmati masyarakat Rusia," kata Ramzan dalam keterangan yang dirilis KBRI Moskow, Sabtu (12/10).

Tren kopi di Rusia meningkat pesat sejak 10-15 tahun terakhir. Saat ini, minum kopi telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Rusia.

Menurut salah satu penelitian, orang Rusia lebih sering minum kopi di luar rumah, ketimbang orang Italia dan Prancis.

Jika sebelumnya kopi diminum di kedai kopi, kafe, dan restoran setelah makan malam, sekarang kopi diminum tiap saat dan dapat dengan mudah diperoleh. Seperti di tempat-tempat makan cepat saji (fast food), jajanan di pinggir jalan (street food), dan kantin-kantin.

Potensi pasar Rusia untuk kopi Indonesia sangat besar. Pada tahun 2018, Indonesia adalah pengekspor kopi terbesar ke-11 bagi Rusia, sebesar 3.628 ton dengan transaksi senilai 9,1 juta dolar AS.

Berita Terkait : Menpora Ingin Putri Indonesia Jadi Teladan dan Cermin Karakter Bangsa

Sementara itu, total impor kopi Rusia mencapai 196 ribu ton atau senilai 592,9 juta dolar AS.

Importir kopi terbesar Rusia adalah Vietnam (96 ribu ton), Brazil (34 ribu ton), Italia (14 ribu ton), India (6 ribu ton), dan Jerman (6 ribu ton).

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Dedi Junaedi yang datang ke Moskow, melihat langsung peluang pasar Rusia bagi kopi Indonesia.

Menurut Dedi, Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat dunia, berpotensi besar menembus pasar Rusia. Sebab, Indonesia memiliki kopi yang berkualitas tinggi, dan keanekaragaman cita rasa kopi yang tak kalah dari negara lain.

Festival Kopi Indonesia di Rusia untuk pertama kalinya digelar oleh KBRI Moskow, atas kerja sama dengan Kopi Tanamera Indonesia dan Cocar Coffee Rusia. Festival ini juga didukung oleh Kementerian Pertanian.

Selama festival, berhasil ditandatangani kontrak ekspor kopi Indonesia ke Rusia senilai Rp 2 miliar antara Tanamera dengan importir kopi Rusia, Cocar Coffee.

Berita Terkait : Gandeng Omah Pitoe, Cerita Kopi Mukidi Buka Di Yogyakarta

Pengiriman perdana satu kontainer kopi premium dari Indonesia akan dimulai pada akhir Oktober 2019, dan pengiriman selanjutnya 4-5 kontainer setiap bulannya.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, mengatakan Festival Kopi ini digelar untuk memberikan edukasi dan mempromosikan kopi Indonesia ke Rusia, khususnya specialty coffee.

"Empat kali penyelenggaraan Festival Indonesia berdampak pada besarnya minat warga Rusia terhadap kopi Indonesia. Diharapkan, nilai ekspor kopi Indonesia ke Rusia terus meningkat, mengingat besarnya potensi pasar Rusia," kata Dubes Wahid.

Untuk mendorong promosi dan ekspor kopi Indonesia ke Rusia, Dubes Wahid memberikan penghargaan kepada Kopi Tanamera sebagai The Pioneer of Indonesian Specialty Coffee Exporter 2019, Cocar Coffee sebagai Russian Importer of Indonesian Specialty Coffee 2019, dan KLD Coffee Importers sebagai The Most Active Indonesian Coffee Importer 2019. [DAY]