RMco.id  Rakyat Merdeka - Justin Trudeau tetap mempertahankan posisinya sebagai Perdana Menteri (PM) Kanada setelah pemilu yang ketat pada Senin (21/10/2019). Akan tetapi posisinya lemah karena kurangnya perolehan suara.

Dikutip dari Reuters.com, Partai Liberal Kanada menguasai 156 kursi parlemen dari 338 kursi yang diperebutkan. Perhitungan ini membuat Partai Liberal masih kekurangan 170 kursi yang diperlukan untuk menguasai parlemen.

Berita Terkait : Bikin Aturan Jago, Tapi Implementasinya Letoy

Untuk membentuk pemerintahan, Trudeau bergantung dukungan dari sayap kiri Partai Demokrat Baru yang meraih 24 kursi. Pemerintahan minoritas di Kanada jarang bertahan lebih dari dua setengah tahun.

Meski Demokrat Baru kehilangan 16 kursi, ketua partainya, Jagmeet Singh dalam posisi kuat untuk mendorong berbagai prioritas kebijakan seperti belanja sosial lebih besar dan peningkatan langkah dalam mengatasi perubahan iklim.

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

“Saya rasa pemerintahan Liberal didukung Partai Demokratik Baru yang kemungkinan akan lebih bersandar ke kiri. Ini menaikkan pertanyaan tentang permintaan apa yang akan diminta Partai Demokratik Baru. Berapa harga pemerintah? Dan saya rasa para pelaku bisnis akan ragu-ragu mengambil langkah hingga mereka mendapat sejumlah kepuasan,” kata John Manley, mantan menteri keuangan Kanada dari Partai Liberal, yang sekarang bekerja di sektor swasta.

Partai Demokrat Baru membuat sejumlah kesepakatan untuk mempertahankan pemerintahan minoritas Liberal yang berkuasa dari 1972-1974 dan pada 2005. Dua partai itu dapat menguasai kursi mayoritas 180 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dengan total 338 kursi.[MEL]