Trump Merasa Berjasa Selesaikan Konflik Suriah

Klik untuk perbesar
Donald Trump (Foto Rex Features)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dirinya berjasa dalam gencatan senjata, yang disebutnya gencatan senjata permanen, antara Turki dan Kurdi Suriah.

Mengenyampingkan kritik atas kebijakan Amerika di Timur Tengah yang memungkinkan serangan Turki terhadap milisi Kurdi, Trump bersikeras, pendekatannya telah menjinakkan situasi yang berbahaya. "Turki, Suriah, dan semua bentuk pasukan Kurdi telah berperang selama berabad-abad," kata Trump dari Ruang Diplomatik di Gedung Putih, seperti dikutip dari New York Times, 24 Oktober 2019.

Berita Terkait : Bank Dunia Stop Beri Utang Ke China

"Kami telah melakukan jasa yang luar biasa bagi mereka dan kami telah melakukan pekerjaan dengan baik untuk mereka semua. Dan sekarang, kita keluar."

"Biarkan orang lain memperebutkan pasir berlumuran darah ini," tambahnya.

Berita Terkait : Trump Bikin Nobar Joker di Gedung Putih

Turki, sekutu NATO, memandang para milisi Kurdi sebagai teroris. Dalam panggilan telepon 6 Oktober, Presiden Recep Tayyip Erdogan memberi tahu Trump bahwa ia akan menyerang wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah timur laut untuk memerangi mereka. Trump merespons dengan memerintahkan pasukan Amerika Serikat untuk menghindar.

Tetapi banyak Demokrat dan beberapa Republikan terkemuka telah menyebut pengunduran diri pasukan Amerika sebagai bencana kebijakan luar negeri bersejarah yang merusak kredibilitas Washington dengan sekutu, memberi untung saingan Amerika dan memberikan kesempatan bagi ISIS untuk berkumpul kembali di Suriah. [MEL]