Tiru Indonesia, Malaysia Ingin Batik Dipakai di Gedung Parlemen

Politisi Senior dari Partai Keadilan Rakyat Malaysia Nurul Izzah Ibrahim. (Foto: The Star)
Klik untuk perbesar
Politisi Senior dari Partai Keadilan Rakyat Malaysia Nurul Izzah Ibrahim. (Foto: The Star)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Politisi senior dari Partai Keadilan Rakyat Malaysia (PKR) Nurul Izzah Anwar mengajak para politisi Negeri Jiran membiasakan diri mengenakan batik di gedung Dewan Rakyat.

Nurul Izzah beralasan bahwa perlu bagi politisi dan pejabat pemerintah Malaysia mempromosikan potensi batik lokal Malaysia.

"Kalau kita lihat Presiden Jokowi saat dia mengumumkan jajaran kabinetnya di Indonesia beberapa waktu lalu, mereka semua mengenakan batik," ujar putri Ketua PKR Anwar Ibrahim dikutip The Star, Rabu (30/10). "Coba kita tiru mereka," sambungnya.

Berita Terkait : Kemenhub Apresiasi Batik Air Bantu Evakuasi WNI Dari Wuhan

"Sayang kita masih punya masalah dengan adanya peraturan yang melarang anggota perlemen kita untuk mengenakan batik," lanjutnya.

"Dengan kebiasaan ini, kita bisa menyebarkan kesadaran akan budaya batik lokal serta meningkatkan persaingan batik lokal di kancah internasional," ujar Nurul Izzah.

Politisi Barisan Nasional Datuk Seti Ahmad Maslan dan Datuk Jalaludin Alias mendukung saran Nurul Izzah.

Baca Juga : Wamendes Budi Arie Pastikan, 433 Desa Tanpa Listrik Bakal Segera Terang-Benderang

"Singapura saja sudah meringankan aturan berpakaian anggota parlemem mereka di gedung parlemen. Ini kita dukung karena ingin mendukung kebudayaan lokal," ujar Jalaludin Alias.

Harga batik lokal Malaysia dibanderol dengan harga tinggi. Ini membuat warga lokal ogah membeli kain khas negeri sendiri.

"Batik Malaysia mahal karena tidak ada yang mau beli dan pasar kita dibanjiri batik dari negara tetangga, seperti Indonesia," keluh Jalaludin. [DAY]