Dukung Pendidikan Indonesia, Inggris Mau Luncurkan Skills for Prosperity Rp 145 M

Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins (Foto: IG @ukinindonesia)
Klik untuk perbesar
Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins (Foto: IG @ukinindonesia)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris akan meluncurkan program “Skills for Prosperity” senilai 8 juta poundsterling atau Rp 145 miliar untuk membantu sektor pendidikan di Indonesia. Peluncuran program tersebut akan diselenggarakan di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (5/11) besok.

Seiring visi dan misi Presiden Jokowi untuk mewujudkan SDM Unggul yang berfokus pada sumber daya manusia dan pendidikan, Inggris dan Indonesia bekerja sama untuk memastikan bahwa sistem pendidikan telah sesuai dengan mata pelajaran, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Rencananya, para ahli dari Inggris dan Indonesia akan memfasilitasi kerja sama yang lebih erat di sektor bisnis dan pelatihan tenaga kerja di Tanah Air.  Langkah ini akan bermanfaat bagi individu melalui peningkatan keterampilan dan prospek pekerjaan, bisnis melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta ekonomi Indonesia. Melalui peningkatan daya tarik Indonesia sebagai tempat untuk berinvestasi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta memajukan ekonomi.

Bidang kemaritiman,  telah menjadi prioritas Presiden Jokowi untuk menghubungkan 17.000 pulau di Indonesia melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan laut. Demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas perdagangan di seluruh nusantara. Karenanya, dana Skills for Prosperity diyakini akan membantu memastikan pelatihan tenaga kerja, untuk pengoperasian infrastruktur yang optimal.
Sebab, memberikan prioritas pertama pada bidang maritim adalah langkah yang tepat. 

Baca Juga : Memproduksi dan Menyimpan Senjata Nuklir Haram Hukumnya

Melalui kerja sama yang akan dilaksanakan dengan empat politeknik di Batam, Manado, Semarang dan Surabaya, dana sebesar Rp 145 miliar ini nantinya akan digunakan untuk meningkatkan kurikulum, standar, serta kualifikasi untuk mereka yang mempelajari Logistik Pelabuhan, Pelayaran, Pembuatan Kapal, dan Ekonomi Maritim dari masyarakat pesisir.

Hal itu dilakukan antara lain dengan meningkatkan pelatihan bagi siswa di Politeknik Batam tentang manajemen logistik. Ini penting untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas perdagangan, serta mendorong Indonesia sebagai mitra kerja Singapura, pusat perdagangan global terdekat. 

Kerja sama dengan Politeknik Laut Semarang difokuskan untuk pelatihan keterampilan bahasa Inggris para pelaut. Sehingga, akan ada lebih banyak orang Indonesia yang bisa dipekerjakan di perusahaan internasional maupun di jalur pelayaran internasional. 

Sementara kerja sama dengan Politeknik Surabaya bertujuan membawa perkembangan terbaru dalam digitalisasi manajemen pelabuhan, dan desain pembuatan kapal untuk siswa Indonesia. Ini penting untuk menciptakan pemimpin masa depan, serta meningkatkan daya saing dan perdagangan Indonesia. 

Baca Juga : Negara Pancasila (1)

Sedangkan kerja sama dengan Politeknik Manado, diharapkan dapat mengembangkan kursus ekonomi kelautan secara mandiri, untuk mengajarkan keterampilan kewirausahaan dan industri skala kecil kepada masyarakat pesisir, yang seringkali dilanda kemiskinan.

Dalam siaran persnya, Kedutaan Besar Inggris di Indonesia mengatakan, dana program ‘Skills for Prosperity’ ini tidak akan berhenti di bidang kelautan atau dengan empat Politeknik ini saja. Setelah program di bidang kelautan telah berjalan, Inggris akan mencari lebih banyak sektor dan peluang, untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam pelatihan tenaga kerja.

Sebagai contoh, dalam pekan ini, 11 perwakilan senior dari universitas-universitas Inggris (UUKI) sedang mengunjungi Indonesia untuk mencari peluang kerja sama pendidikan tinggi, yang dipimpin oleh Profesor Andrew Wathey, Wakil Rektor dari Northumbria University.

“Saya senang sekali meluncurkan program ‘Skills for Prosperity’ senilai 8 juta poundsterling. Ini akan mendukung sektor pendidikan Indonesia, dimulai dari bidang kemaritiman. Apalagi, Presiden Jokowi telah menetapkan visinya untuk mengembangkan sumber daya manusia, agar dapat meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional," ujar Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins. 

Baca Juga : Jakarta Diminta Nyontek Singapura dan Tokyo

"Pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia adalah kunci untuk kemajuan ekonomi. Kerja sama kami di bidang pendidikan sudah termasuk dana penelitian melalui Newton Fund, dan meningkatkan konektivitas antara Inggris dan lembaga pendidikan Indonesia. Sekarang, kami akan menjawab panggilan Presiden Jokowi, serta melangkah lebih jauh," imbuh Dubes Jenkins.

Ia berkeyakinan, meningkatkan Kejuruan Teknis dan Pelatihan Pendidikan (Improving Technical Vocational and Education Training - TVET) dan Pendidikan Tinggi (Higher Education - HE) di sektor publik dan swasta, dapat menjadi cara terbaik untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi kelompok-kelompok terpinggirkan. 

"Peningkatan kualitas dalam sektor pendidikan melalui dana program ini akan membantu meningkatkan perdagangan domestik dan internasional Indonesia, di samping  meningkatkan investasi dalam negeri. Kami mendukung pembangunan ekonomi Indonesia," pungkas Dubes Jenkins. [HES]