Ini 5 Alasan Yang Mendorong Perusahaan Indonesia Giat Berinvestasi di Ethiopia

Dubes RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur (tengah) dalam acara FGD Peluang dan Tantangan Investasi Indonesia di Ethiopia. Acara ini digelar di Kota Hawassa, Jumat (8/11). (Foto: KBRI Addis Ababa)
Klik untuk perbesar
Dubes RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur (tengah) dalam acara FGD Peluang dan Tantangan Investasi Indonesia di Ethiopia. Acara ini digelar di Kota Hawassa, Jumat (8/11). (Foto: KBRI Addis Ababa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Investasi Indonesia di negara-negara Afrika, terus menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup signifikan. Tak terkecuali di Ethiopia.

Meningkatnya angka investasi tersebut, tentunya bukan tanpa alasan. Ada lima hal yang mendorong perusahaan Indonesia giat berinvestasi di negara yang terletak di kawasan Tanduk Afrika. 

Pertama, jumlah penduduk usia produktif di Ethiopia sangat besar, dari jumlah penduduk 112 juta jiwa. Usia produktif di Ethiopia adalah yang terbesar di benua Afrika, setelah Nigeria.

Kedua, stabilitas politik di negara tersebut terbilang baik. Ketiga, tingginya komitmen pemerintah. Keempat, sumber energi murah. Kelima, tenaga kerja murah.

Namun sayangnya, para investor serta pengusaha Indonesia dan negara lain, masih dihadapkan pada kesulitan mendapatkan mata uang asing.

Berita Terkait : Dubes Al Busyra Basnur Bangkitkan Semangat Kebersamaan Pemuda Ethiopia

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI (KBRI) Addis Ababa, bersama sejumlah pimpinan perusahaan Indonesia dan perusahaan asing yang dipimpin orang Indonesia di Kota Hawassa, 270 km selatan kota Addis Ababa, Jumat (8/11) malam.

FGD tersebut antara lain dihadiri oleh Rodolfo Angala, pimpinan perusahaan Sumbiri Intimate Apparel Plc; Iksan Santoso Supadi, pimpinan perusahaan TAL, Plc; Joseph Jaya Kumar, pimpinan Century Garment Plc serta pejabat dan staf KBRI Addis Ababa.

“FGD ini diselenggarakan untuk kedua kalinya dengan pengusaha Indonesia di Ethiopia, setelah sebelumnya diadakan di Addis Ababa dua bulan lalu. Tujuannya, untuk menindaklanjuti Indonesia Africa Forum (IAF) di Bali pada April 2018, dan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali pada Agustus lalu,” kata Duta Besar Al Busyra Basnur melalui keterangan tertulis yang diterima RMco.id, Sabtu (9/11).

Saat ini, terdapat lima perusahaan Indonesia di Ethiopia. Perusahaan tersebut adalah PT Indofood/Salim Wazaran Yahya Plc, PT Sinar Ancol/Peace Success Industry Plc, Busana Apparel Group/Century Garment Plc, dan PT Sumber Bintang Rejeki/Sumbiri Intimate Apparel Plc, dan PT Bukit Perak.

Sedangkan jumlah WNI yang bekerja di Ethiopia, ada 150 orang. Mereka bekerja di dua perusahaan Indonesia, dan satu perusahaan asing yang dipimpin orang Indonesia di Hawassa.

Berita Terkait : Ini Kata Pemuda Ethiopia Tentang HAM, Perdamaian dan Harmoni

Bidang investasi asing yang sangat dibutuhkan Ethiopia sekarang ini adalah tekstil, garmen, makanan bayi, obat-obatan dan vaksin.

Asal tahu saja, dalam sepuluh tahun terakhir, Ethiopia mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi di sub-sahara Afrika.

Bahkan, dalam periode 2004-2017, Ethiopia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen.

Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Ethiopia juga diperkirakan tertinggi di kawasan. Angkanya diprediksi mencapai 8,6 persen.

Selain investasi, banyak perusahaan Indonesia yang ingin melakukan kerja sama perdagangan dengan pengusaha Ethiopia. Namun, sebagian besar pengusaha Indonesia maupun Ethiopia, belum mengetahui dengan baik potensi hubungan dan kerja sama ekonomi kedua negara.

Berita Terkait : Pemuda Indonesia-Ethiopia Ngobrol Soal Hubungan Bilateral

Karena itu, pada 22 Oktober 2019, Dubes Al Busyra meluncurkan Indonesia-Ethiopia Business Connect (IEBC), dalam pertemuan dan diskusi dengan Forum Perdagangan Indonesia Afrika di Gedung SME Tower (SMESCO), Jakarta.

IEBC bertujuan untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama pengusaha Indonesia dan Ethiopia, melalui berbagai aplikasi media sosial. [HES]