RMco.id  Rakyat Merdeka - Evo Morales akhirnya mengundurkan diri dari kursi kepresidenan setelah Bolivia dilanda unjuk rasa selama dua pekan terakhir.

Morales mengumumkan pengunduran dirinya Minggu (10/11) dan menyebut dirinya sebagai korban kudeta. Dia bahkan menyebut ada rencana penangkapan dirinya oleh pihak militer dalam waktu dekat.

Setelah hampir berkuasa selama 14 tahun, Morales mengatakan pengunduran dirinya demi kedamaian Bolivia. "Saya mundur dan sudah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Dewan Legislatif. Ini satu-satunya tugas presiden pribumi demi mencapai kedamaian Bolivia," ujar Morales dalam pernyataan resminya dikutip Reuters.

Baca Juga : Soal Pembubaran 18 Lembaga, Ombudsman Usul Jokowi Evaluasi BLU

Dia mengabarkan polisi sudah memegang surat penangkapan ilegal untuknya dan dia tinggal menunggu waktu sebelum polisi menjebloskannya ke balik jeruji. Meski demikian, perwakilan kepolisian Bolivia membantah tuduhan Morales.

Melihat kondisi Morales, sejumlah sekutu dari negara Latin menawarkan bantuan. Presiden Venezuela Nicolas Maduto dan Presiden Argentina Alberto Fernandez menuduh aksi massa di Bolivia sebagai upaya kudeta militer.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard menawarkan perlindungan suaka politik kepada Morales. Sementara Pemerintah Nikaragua menawarkan segala bentuk bantuan untuk Morales menyelesaikan kekacauan di Bolivia. Nikaragua menyebut kondisi Bolivia sebagai situasi yang dibuat kelompok fasis.

Baca Juga : MotoGP : Rossi-Marquez Apes, Quartararo Juara Seri Pembuka

Setelah mundur, kini kursi kepemimpinan di Bolivia kosong melompong. Wakil Rpresiden Alvaro Garcia Linera sudah terlebih dulu mundur dari posisinya. Sementara para menteri dan jajaran anggota parlemen juga sudah mengundurkan diri. Sehingga tidak ada yang bisa ditunjuk sebagai pemimpin pemerintahan sementara.

Morales setuju untuk mengadakan pemilu ulang untuk memuaskan desakan warga yang tidak puas dengan hasil pemilu 20 Oktober lalu. Warga turun ke jalan. Akhir pekan kemarin, polisi bahkan ikut turun ke jalan. sementara militer menolak untuk membubarkan massa.

Minggu petang akhirnya militer meminta Morales meletakkan jabatannya. Morales, yang berkuasa hampir 14 tahun, mencuit di Twitter, "Saya ingin rakyat Bolivia tahu bahwa saya tidak memilik alasan melarikan diri, mereka harus membuktikan bahwa saya mencuri sesuatu."

Baca Juga : Biar Ngegas, Aturan Bisnis Logistik Jangan Dibikin Ruwet

Jenderal Williams Kaliman, Kepala Angkatan Bersenjata Bolivia, pada Minggu pagi mengungkapkan militer meminta Morales mundur guna membantu memulihkan perdamaian. Kaliman menambahkan bahwa militer menyeru rakyat Bolivia agar tidak terpancing terhadap aksi kekerasan dan kerusuhan.[DAY]