RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Komunikasi Nasional Taiwan memerintahkan distributor ponsel menghentikan penjualan produk terbaru Huawei. Perintah ini dikeluarkan karena ponsel jenis terbaru itu memasang penanda waktu Taiwan sebagai bagian dari China.

Ada tiga model terbaru Huawei yang memasang penanda tersebut, yaitu model P30, P30 Pro dan Nova 5T. Pihak Komisi Komunikasi Nasional Taiwam menganggap Huawei telah melanggar batas kedaulatan Taiwan dan China.

Baca Juga : Puluhan Warga Swiss Belajar Bahasa Indonesia Virtual

"Operator telepon diperintahkan untuk berhenti menawarkan model P30, P30 Pro dan Nova 5T per Kamis (14/11), karena mereka memasukkan kata-kata 'Taiwan, China' untuk zona waktu dan kontak," terang Wakil Direktur Komisi Komunikasi Nasional Taiwan Peter Niou dikutip South China Morning Post.

"Referensi tersebut merusak martabat nasional Taiwan," tambahnya.

Baca Juga : Palestina Mikir Keluar dari Liga Arab

Langkah ini memasukkan Huawei ke daftar merek global yang terkena imbas cekcok kedaulatan antara Taiwan dan China.

Sebelumnya dua label fashion, Coach dan Givenchy, masuk dalam daftar merk yang ditolak masuk China. Karena kedua merk terkenal ini disentil China karena membuat Taiwan sebagai sebagai negara merdeka.

Baca Juga : KKB Kembali Tembak Dua Warga Sipil Di Papua

Oleh China, Taiwan dianggap sebagai provinsinya yang membangkang. Beijing telah menegaskan, tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer untuk menyatukan Taiwan dengan China daratan.

"Penangguhan penjualan ponsel Huawei akan berlanjut sampai perusahaan mengubah referensi soal Taiwan," tutur Niou. Sementara itu, pihak Huawei enggan berkomentar. [DAY]