Indonesia Kutuk Serangan Israel di Jalur Gaza

Suasana Jalur Gaza setelah pemboman Israel (Foto Reuters)
Klik untuk perbesar
Suasana Jalur Gaza setelah pemboman Israel (Foto Reuters)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia sejak awal telah mengecam serangan Israel di Jalur Gaza, yang menewaskan sedikitnya 34 warga sipil. Serangan Israel itu ingin menyasar pasukan Jihad Islam. 

Serangan Israel ke Gaza berlangsung Rabu pekan lalu (13/11). Kecaman keras Indonesia disampaikan Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah, kemarin.

"Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi. Kami minta kedua pihak yang berseteru mengurangi serangan dan menyepakati gencatan senjata," ujar Faizasyah.

Berita Terkait : Kurangi Gadget, Tadama Libatkan Anak di Permainan Tradisional

 Israel dan pasukan Jihad Islam Palestina sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Kamis malam (14/11). Namun, Israel kembali melakukan serangan udara pada Jumat pagi (15/11).

Gencatan senjata itu dimediasi Mesir dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagaimana disampaikan Utusan PBB untuk Konflik Israel-Palestina, Nickolay Mladenov.

"#Mesir dan #PBB bekerja keras untuk mencegah eskalasi paling berbahaya di dan sekitar #Gaza yang dapat berujung #perang. Waktu dan hari yang akan datang akan menjadi kritis. Semua harus menunjukkan pengendalian maksimal dan melakukan tugas mereka untuk mencegah pertumpahan darah," tulis Mladenov melalui akun Twitter pribadinya, Jumat.

Berita Terkait : Jokowi Resmikan Underpass Progo Untuk Wisata Jawa

Sayangnya, gencatan senjata tersebut berumur singkat. Padahal, Indonesia memandang gencatan senjata ini sebagai bagian dari upaya peredaan ketegangan.

"Hal ini juga diharapkan dapat menghentikan penyerangan terhadap warga sipil yang tidak bisa dibenarkan atas dasar apapun," terang Faizasyah.

Serangan itu berawal dari Israel yang melakukan penyerangan di distrik Shujaiya, Jalur Gaza, yang menewaskan pemimpin kelompok militan Jihad Islam, Baha Abu Al-Ata dan istrinya pada Selasa dini hari. Rumahnya juga dilaporkan hancur pascaserangan itu.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

Serangan dua hari beruntun itu merupakan konflik terbaru Israel dan kelompok militan Palestina di Jalur Gaza setelah berperang selama tiga kali sejak 2008. Namun, serangan itu juga terjadi di tengah kondisi politik Israel yang sedang sensitif dengan tidak adanya pemerintahan baru akibat kebuntuan pada saat pembentukannya, usai pemilu. [DAY].