RMco.id  Rakyat Merdeka - Bos Adaro Energy yang juga Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir menemui Duta Besar (Dubes) RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun di Beijing, China, Senin (18/11). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas soal pengembangan ekonomi digital, untuk memacu ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu. Terlebih saat ini, China sangat membutuhkan produk-produk makanan dan minuman dari Indonesia. Peluang ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Sebelumnya, Jumat (15/11), Garibaldi dan rombongan diterima Wakil Gubernur (Wagub)  Xinjiang,  Arken Tuniyazi di kantornya di Urumqi. Kepada delegasi dari Indonesia, Wagub Xinjiang menceritakan tentang perkembangan ekonomi dan pariwisata di daerahnya. Hingga November 2019 saja, jumlah wisatawan yang datang ke Xinjiang sudah mencapai 200 juta orang. Tahun lalu, turis yang datang mencapai 150 juta.

Baca Juga : Palestina Mikir Keluar dari Liga Arab

Wagub Xinjiang juga menjelaskan soal perkembangan pendidikan serta hubungan antar etnis dan agama yang semakin harmonis. Pemerintah Provinsi Xinjiang terus berusaha menjaga stabilitas di wilayahnya, untuk meningkatkan arus masuk investasi.

"Upaya penanggulangan terorisme terus dilakukan bersama-sama semua komponen masyarakat. Hasilnya, tiga tahun terakhir, kondisi di Xinjiang sangat kondusif," ujarnya.

Baca Juga : 2023, Lifting Minyak Ditarget 1 Juta Barel Per Hari

Dalam kesempatan itu, Garibaldi mengaku sangat terkesan dengan pesatnya pertumbuhan investasi di Xinjiang. Dia akan mempelajari mengapa Xinjiang bisa maju pesat, terutama sektor pariwisata dan infrastrukturnya. "Hal yang positif seperi ini layak kita contoh," tuturnya. [KI]