Pacu Ekspor Indonesia ke China

Ketemu Dubes Djauhari, Bos Adaro Energy Bahas Ekonomi Digital

Bos Adaro Group Garibaldi Thohir bertemu Dubes RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun di Beijing, China, Senin (18/11). (Foto: Kiki Iswara/RM)
Klik untuk perbesar
Bos Adaro Group Garibaldi Thohir bertemu Dubes RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun di Beijing, China, Senin (18/11). (Foto: Kiki Iswara/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bos Adaro Energy yang juga Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir menemui Duta Besar (Dubes) RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun di Beijing, China, Senin (18/11). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas soal pengembangan ekonomi digital, untuk memacu ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu. Terlebih saat ini, China sangat membutuhkan produk-produk makanan dan minuman dari Indonesia. Peluang ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Sebelumnya, Jumat (15/11), Garibaldi dan rombongan diterima Wakil Gubernur (Wagub)  Xinjiang,  Arken Tuniyazi di kantornya di Urumqi. Kepada delegasi dari Indonesia, Wagub Xinjiang menceritakan tentang perkembangan ekonomi dan pariwisata di daerahnya. Hingga November 2019 saja, jumlah wisatawan yang datang ke Xinjiang sudah mencapai 200 juta orang. Tahun lalu, turis yang datang mencapai 150 juta.

Baca Juga : Masuk Dekade Baru, Dubes Esti Ingin RI Mantapkan Kolaborasi Dengan Italia

Wagub Xinjiang juga menjelaskan soal perkembangan pendidikan serta hubungan antar etnis dan agama yang semakin harmonis. Pemerintah Provinsi Xinjiang terus berusaha menjaga stabilitas di wilayahnya, untuk meningkatkan arus masuk investasi.

"Upaya penanggulangan terorisme terus dilakukan bersama-sama semua komponen masyarakat. Hasilnya, tiga tahun terakhir, kondisi di Xinjiang sangat kondusif," ujarnya.

Baca Juga : Perang Melawan Virus Wuhan, China Mobilisasi Dokter Militer

Dalam kesempatan itu, Garibaldi mengaku sangat terkesan dengan pesatnya pertumbuhan investasi di Xinjiang. Dia akan mempelajari mengapa Xinjiang bisa maju pesat, terutama sektor pariwisata dan infrastrukturnya. "Hal yang positif seperi ini layak kita contoh," tuturnya. [KI]