Dubes Al Busyra Basnur Luncurkan Indonesia-Djibouti Business Connect

Dubes RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur (tengah), saat menjadi pembicara dalam seminar berjudul `Indonesia Economic Update` yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI Addis Ababa, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Djibouti di Kota Djibouti, Selasa (19/11). (Foto: KBRI Addis Ababa)
Klik untuk perbesar
Dubes RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur (tengah), saat menjadi pembicara dalam seminar berjudul `Indonesia Economic Update` yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI Addis Ababa, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Djibouti di Kota Djibouti, Selasa (19/11). (Foto: KBRI Addis Ababa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Djibouti, negara yang kecil secara geografis di tanduk Afrika, memiliki posisi dan nilai ekonomi yang sangat strategis di kawasan dan lalu lintas perdagangan dunia.

Negara berpenduduk 960.000 jiwa itu memiliki pelabuhan yang besar dan moderen.

Namun sayang, sebagian besar pengusaha Indonesia dan Djibouti belum mengenal baik satu sama lain. Belum memahami potensi kerja sama ekonomi yang bisa mereka gali dan kembangkan, dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral.

Hal itulah yang melatarbelakangi Duta Besar (Dubes) RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur secara resmi meluncurkan Indonesia-Djibouti Business Connect (IDBC) di Djibouti, Selasa (19/11).

Berita Terkait : Dubes Al Busyra Basnur Bangkitkan Semangat Kebersamaan Pemuda Ethiopia

IDBC diluncurkan di sela seminar berjudul "Indonesia Economic Update" yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI Addis Ababa, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Djibouti di Kota Djibouti.

 

Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 orang tokoh pengusaha Djibouti. Termasuk, Ketua Kamar Dagang Djibouti Youssouf Moussa Dawaleh dan Badoul Hassan, seorang pengusaha dan mantan Menteri Djibouti.

Tiga pengusaha Indonesia juga mengikuti seminar ekonomi tersebut melalui video conference. Yakni Achmad Nusolahardo dari PT Behaestex, Kemas Achmad Mujoko dari PT Rahasia Dana Berkelanjutan, dan Tan Yanto Hendrawan dari CV Banjar Usaha Sukses.

Baca Juga : Masuk Dekade Baru, Dubes Esti Ingin RI Mantapkan Kolaborasi Dengan Italia

Acara ini juga disiarkan secara live streaming, yang diikuti pengusaha Indonesia di berbagai kota dan daerah.

“IDBC adalah sebuah wadah komunikasi dan informasi cepat, yang menggalang konektivitas dan eksekusi kerja sama ekonomi, melalui aplikasi sosial media secara real time. IDBC yang diprakarsai oleh KBRI Addis Ababa, menghubungkan pengusaha Djibouti dan Indonesia serta KBRI Addis Ababa selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,” kata Dubes Al Busyra.

Hadir sebagai pembicara promosi ekonomi Indonesia pada seminar tersebut: Duta Besar Al Busyra Basnur, Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Addis Ababa, Ni Putu Anggraeni dan Deputi Manager PT Indofood di Ethiopia, Adrianto Yuliar Salam.

Pembicara dari Indonesia, Achmad Nasolahardo dan Kemas Achmad Mujoko juga menyampaikan berbagai hal, terkait kerja sama Indonesia dan Djibouti.

Baca Juga : Perang Melawan Virus Wuhan, China Mobilisasi Dokter Militer

Dari seminar, banyak pengusaha Djibouti yang ingin mengembangkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

Indonesia dan Djibouti membuka hubungan diplomatik pada tahun 1979, dan berkembang pesat. Di bidang ekonomi, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2018 mencapai 211,5 juta dolar AS. Dengan surplus bagi Indonesia, 99 persen.

Djibouti adalah negara penting bagi Indonesia dan berbagai negara lain di dunia, sebagai pintu masuk utama ekspor ke banyak negara Afrika Timur, terutama Ethiopia. [HES]