Lewat Resepsi Diplomatik, Menhub Galang Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan IMO 2020

Gelarang resepsi diplomatik yang dilaksanakan Indonesia untuk menggalang dukungan dalam pencalonan sebagai Anggota Dewan IMO, di Hoare Memorial Hall, Church House Westminster, London, Inggris, Rabu petang (27/11). (Foto: Dok. Ditjen Hubla)
Klik untuk perbesar
Gelarang resepsi diplomatik yang dilaksanakan Indonesia untuk menggalang dukungan dalam pencalonan sebagai Anggota Dewan IMO, di Hoare Memorial Hall, Church House Westminster, London, Inggris, Rabu petang (27/11). (Foto: Dok. Ditjen Hubla)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menggalang dukungan dari negara-negara anggota International Maritim Organization (IMO) untuk memilih Indonesia kembali menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C periode 2020-2021. Salah satunya dengan menggelar resepsi diplomatik yang dilaksanakan, di Hoare Memorial Hall, Church House Westminster, London, Inggris, Rabu petang (27/11).

Resepsi yang mengundang 173 negara anggota IMO. Sekjen IMO, Kitack Lim, juga hadir. Acara dibuka Dubes RI di London, Rizal Sukma. “Resepsi ini menegaskan komitmen Indonesia dalam IMO, khususnya terkait masalah safety, security, dan perlindungan lingkungan dalam pelayaran dan masalah maritim dunia,” kata Rizal seperti dikutip setkab.go.id. 

Baca Juga : Tinggikan Pintu Stasiun MRT

Dalam sambutannya, Menhub menyatakan, sejak menjadi anggota IMO pada 1961, Indonesia telah secara aktif memberikan kontribusi di dunia maritim dengan menunjukkan komitmennya mengimplementasikan berbagai macam instrumen legal IMO untuk memperkuat keselamatan dan keamanan pelayaran. Menhub menyampaikan, melalui keanggotaan di Dewan IMO, Indonesia dapat terus bekerja sama dengan anggota IMO yang lain dalam upaya menciptakan pelayaran yang berwawasan lingkungan dengan mengurangi pencemaran usara dan dampaknya bagi lingkungan.

“Upaya ini antara lain dapat dilaksanakan dengan cara mengoperasikan eco-park, memodernisasikan armada kapal, serta memperbaiki pengawasan lingkungan terhadap armada pelayaran,” jelas Menhub.
 
Pada kesempatan tersebut, Menhub Budi juga menginformasikan tentang pencalonan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai eksternal auditor IMO Periode 2020-2023. Menurut Budi, pencalonan BPK sebagai eksternal auditor tersebut juga merupakan wujud komitmen Indonesia untuk memberikan dukungan maksimal kepada IMO.

Baca Juga : Masyarakat Rame-rame Nolak Larangan Dokumentasi Persidangan

“Dengan pengalaman bergengsi BPK menjadi eksternal auditor di International Atomic Energy Agency (IAEA), kami yakin BPK dapat bekerja dengan profesional dan cost-efficient sebagai anggota IMO,” ujarnya.

Indonesia berkomitmen untuk meneruskan kerja sama yang baik dengan IMO di dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan ramah lingkungan. “Oleh sebab itu, saya meminta dukungan negara-negara anggota IMO untuk memilih Indonesia di pencalonan dewan IMO Kategori C periode 2020-2021 dan juga sebagai eksternal auditor IMO periode 2020-2023,” tutup Budi. 

Baca Juga : Pemprov Gerak Cepet Dong Angkut Sampah Sisa Banjir

Resepsi diplomatik ini juga dihadiri Wakil Ketua BPK, Agus Joko Purnomo; Wakil Sekretaris Kabinet, Ratih Nurdiati; Wakil Kepala Perwakilan KBRI, Adam Mulawarman Tugio; Dirjen Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo; Utusan Khusus Menteri Perhubungan untuk IMO, Laksamana (Purn) Marsetio; Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Atase Perhubungan RI untuk London, Lollan Panjaitan; PT Pelindo II; PT Biro Klasifikasi Indonesia;  PT Pelni; dan DPP INSA. [USU]