Dianggap Porno, Pameran Tato Setengah Bugil Diusut Malaysia

Klik untuk perbesar
Pria mengambil foto seorang perempuan bertato dalam International Malaysia Tattoo Expo di Kuala Lumpur pada 29 November lalu. (Foto AFP/Mohd Rasfan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pihak berwenang Malaysia melakukan penyelidikan terkait Festival Tato Malaysia yang menampilkan model setengah telanjang. Pemerintah Malaysia menganggap acara itu terlarang karena mengandung unsur pornografi.

Dilansir AFP, Senin (2/12), awalnya Menteri Pariwisata Malaysia, Mohammadin Ketapi, mulanya mendukung kegiatan tersebut. Namun, sikapnya berubah ketika foto-foto para peserta festival tato itu beredar di dunia maya.

Baca Juga : Warga Sukapura Kecewa Anies Tak Hadiri Acara Olahraga pagi

Pemerintah Malaysia mengatakan kejadian ini baru pertama kali meski pameran itu juga pernah berlangsung pada 2015, 2016 dan 2017.

"Segala bentuk persetujuan untuk parade setengah telanjang tidak pernah diberikan pemerintah, dan sangat tidak mungkin bagi pemerintah untuk menyetujui aplikasi apa pun untuk acara-acara yang mengandung unsur pornografi, karena ini bukan budaya Malaysia," katanya.

Baca Juga : Kemendagri-BSSN Teken Kerja Sama Pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik

Pameran Malaysia Tattoo Expo 2019 itu berlangsung di Kuala Lumpur pada 29 November hingga 1 Desember lalu. Kegiatan itu diikuti peserta dari 35 negara. Penampilan model dalam pemeran itu lalu tersebar di medis sosial usai acara.

Ketapi mengatakan, penyelidikan sedang dilakukan kepolisian. Kementerian Pariwisata akan mengungkap hasil penyelidikan tersebut jika sudah selesai.

Baca Juga : DPR, Kementan, dan BPS Kompak Soal Data Pangan

"Belum ada kejadian seperti itu terjadi, itu tidak mencerminkan citra penuh Malaysia yang dipenuhi dengan norma dan kesopanan," tandasnya. [MEL]