Top, Empat Startup Indonesia Jajaki Pasar Swiss

Duta Besar RI untuk Swiss di Bern, Muliaman D Hadad bersama empat startup Indonesia pada pembukaan program bisnis starup, Senin (2/12).
Klik untuk perbesar
Duta Besar RI untuk Swiss di Bern, Muliaman D Hadad bersama empat startup Indonesia pada pembukaan program bisnis starup, Senin (2/12).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Empat startup asal Indonesia yaitu Botika, Khaira Energy, Gradana, dan Svara Inovasi Indonesia, kini sedang menjajaki pasar Swiss. 

Mereka mencoba mengembangkan usaha dan membangun jejaring sekaligus mencari calon investor di Swiss. Keempat startup tersebut, berhasil lolos seleksi Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang dipelopori oleh Zürich Hochschulen für Angewandte Wissenschaften (ZHAW) atau Zurich University of Applied Science, di Zürich, Swiss.

AETP merupakan program pertukaran startup antara Indonesia dengan Swiss yang memungkinkan startup dari Indonesia mendapatkan pelatihan teknis dari pihak penyelenggara program, serta berkesempatan untuk mempresentasikan model bisnis startup kepada perusahaan dan calon investor.

Dalam keterangan tertulisnya kepada Rakyat Merdeka, Duta Besar RI untuk Swiss di Bern, Muliaman D Hadad mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya kerja sama Indonesia dengan Swiss. 

Baca Juga : Dipanggil KPK, Hasto Datang

Mantan Ketua komisioner OJK ini berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam membangun ekosistem pengembangan startup nasional.

“Mohon agar kesempatan di Swiss ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membangun networking dan menambah pengalaman,” demikian pesan Muliaman kepada empat startup Indonesia pada pembukaan program pada Senin (2/12).

Keempat CEO/Founder startup dimaksud, yaitu Ditto Anindito (Botika), Yulian Widodo (Khaira Energy), Angela Oetama (Gradana), serta M Zhuhriansyah (Svara Inovasi Indonesia) akan memulai penjajakannya di Swiss pada tanggal 2-6 Desember 2019.

Selama program ini berlangsung, lanjut Muliaman mereka akan diberikan pembekalan teknis, berinteraksi dengan pelaku startup Swiss di incubator dan asosiasi startup Swiss, serta bertemu dan berdiskusi dengan calon investor.

Baca Juga : Pasien Terduga Virus Korona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Belum Bisa Dipastikan

Dikatakannya, strategi Swiss untuk mengembangkan startup melalui kerja sama antara universitas dengan perusahaan swasta tentu dapat dipraktikkan di Indonesia. 

Pada kesempatan di Swiss, keempat startup Indonesia tersebut juga melakukan kegiatan business matching dengan berbagai pihak yang terkait dengan model bisnis masing-masing.

Keempat startup dimaksud merupakan hasil seleksi dari puluhan startup yang mengikuti program AETP di Indonesia.

Adapun empat startup asal Swiss telah terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Jakarta, untuk menjajaki pasar Indonesia pada bulan Oktober 2019. 

Baca Juga : Antisipasi Virus Korona, Sriwijaya dan Lion Air Nggak Boleh Terbang ke Wuhan

Keempat startup yang bergerak di bidang moda transportasi udara, periklanan, kesehatan, dan produk kimia tersebut telah dipertemukan dengan berbagai institusi terkemuka di Indonesia. [FIK]