Tak Rayakan Natal Karena Solider Dengan Korban Demo

Umat Kristen Irak Luar Biasa

Aksi demonstrasi warga Irak. Foto: Istimewa
Klik untuk perbesar
Aksi demonstrasi warga Irak. Foto: Istimewa

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebagai bentuk solidaritas kepada warga Irak yang tewas dan luka dalam aksi demo anti-pemerintahan, umat Kristen di Irak meniadakan perayaan Natal secara besar-besaran. 

Biasanya, Natal menjadi hari perayaan spesial bagi umat Kristiani di Irak. Tanggal 25 Desember pun resmi dijadikan hari libur nasional oleh pemerintah.
Namun, tahun ini, sebagian besar gereja tidak akan mengadakan pesta Natal. Mereka hanya akan mengadakan misa tanpa selebrasi berlebihan.

Baca Juga : Deputi Pencegahan dan Plt Juru Bicara KPK Diadukan ke Dewas

Komunitas Kristiani pertama yang menyampaikan keputusan ini adalah dari Gereja Katolik Khaldea Irak.
"Kami ingin menghormati ratusan orang yang tewas dan luka dalam aksi demo anti pemerintah," ujar Kepala Gereja Katolik Khaldea Irak Patriark Louis Raphael Sako kepada Arab Times.

Demonstrasi yang berlangsung rusuh dua bulan terakhir mengguncang sejumlah wilayah di selatan Irak dan Ibu Kota Baghdad. Korban tewas mencapai 430 orang dan melukai 20 ribu orang lainnya. Aksi demo ini sudah berlangsung sejak Oktober.

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Niat pembatalan selebrasi Natal juga akan diikuti hampir semua komunitas Kristen Irak.
"Tidak akan ada pohon Natal yang dihiasi di gereja-gereja atau jalan-jalan, tidak ada perayaan dan tidak ada upacara perayaan di patriarkat," sambung Sako.

Berdasarkan data, saat ini ada 500 ribu penduduk Irak yang beragama Kristen. Sebagian besar tinggal di Baghdad atau utara Provinsi Nineveh.
Dilansir AFP, jumlah itu merosot akibat perang berkepanjangan di Irak Sebab, pada 2003 lalu, ada 1,5 juta warga Irak yang beragama Kristen.

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Selain umat Kristen, sejumlah komunitas non-Muslim lainnya di Irak juga menyerukan aksi solidaritas.
Ratusan pelajar di wilayah multi-etnis Kirkuk menggelar pawai untuk menunjukkan aksi solidaritas.

Sementara, komunitas Muslim Sunni di Mosul juga ikut turun ke jalan dan menggelar pawai pemakaman bagi mereka yang terluka.
Mosul dan Provinsi Salahaddin bahkan mengumumkan tiga hari berkabung untuk menghormati para korban tewas dalam bentrokan demonstrasi. [DAY]