Pemimpin Dunia di Bawah 40 Tahun

Yang Muda, Yang Taklukkan Dunia

PM Finlandia Sanna Marin, kini menjadi pemimpin dunia termuda. (Foto: IG @sannamarin)
Klik untuk perbesar
PM Finlandia Sanna Marin, kini menjadi pemimpin dunia termuda. (Foto: IG @sannamarin)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Nama Sanna Marin mendunia, begitu ia terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Finlandia di usianya yang baru 34 tahun.

Pemilik nama lengkap Sanna Mirella Marin itu pun berhasil merebut predikat PM termuda di dunia, dari tangan PM Ukraina Oleksiy Vakdruyovych Honcharuk, yang terpaut setahun lebih tua.

Siapa sajakah pemimpin dunia yang saat ini berusia di bawah 40 tahun? Simak info berikut:

PM UkrainaOleksiy Valeriyovych, 35 Tahun

Oleksiy Valeriyovych Honcharuk yang lahir pada 7 Juli 1984, dilantik menjadi Perdana Menteri (PM) Ukraina pada 29 Agustus 2019.

 

(Foto: Aljazeera)

Baca Juga : TVRI, Buaya, dan Bola

Honcharuk yang berprofesi awal sebagai pengacara, tercatat pernah bekerja sebagai Wakil Kepala Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 28 Mei 2019.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, 35 Tahun

Pemimpin Korea Utara ini lahir di Pyongyang pada 8 Januari 1984.

 

(Foto: IG @marshalkimjongun)

Tahun ini, Jong-un mengukir sejarah: berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korut dan Korea Selatan.

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, 38 Tahun

Baca Juga : Bahasa Tunjukkan Harga

Pria bernama lengkap Nayib Armando Bukele Ortez ini adalah seorang politisi dan pengusaha, yang terpilih sebagai Presiden El Salvador, setelah memenangkan Pilpres 2019.

 

(Foto: IG @nayidbukele)

Ia sempat menunda pidato pertamamya di Sidang Umum PBB pada September lalu, hanya untuk berfoto selfie.

PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, 39 Tahun

Pemilik nama lengkap Jacinda Kate Laurell Ardern ini lahir pada 26 Juli 1980. Ardern terpilih menjadi PM Selandia Baru yang ke-40 pada 26 Oktober 2017.

 

Baca Juga : Balitbangtan Tentukan Flagship Penelitian Pangan

Ardern populer karena pandangannya terhadap hak wanita, perubahan iklim, dan keragaman. Namun, jajak pendapat pada Oktober 2019 menunjukkan popularitasnya runtuh karena ekonomi di negaranya berjalan lambat.

Sikap lamban partainya dalam menghadapi berbagai kasus pelecehan seksual juga dipertanyakan publik.

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, 39 Tahun

Dia adalah putra keempat dari Emir Qatar sebelumnya, Syekh Hamad bin Khalifa al-Tsani. Pria kelahiran 3 Juni 1980 ini menjadi Emir Qatar pada tanggal 25 Juni 2013, setelah ayahnya turun tahta.

Sheikh Tamim menolak undangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk hadir dalam KTT Teluk di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (10/12). Ini mengindikasikan hubungan Arab dan Qatar masih belum membaik.

(Foto: IG @sheikhtamimh)

Meski begitu, Sheikh Tamim menunjuk PM Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani untuk memimpin delegasi Qatar ke pertemuan puncak Dewan Kerja Sama Teluk, Selasa (10/12). [HES]