RMco.id  Rakyat Merdeka - Letnan Dua Angkatan Udara Arab Saudi, Mohammed Saeed Alshamrani, yang menjadi pelaku penembakan di pangkalan udara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), Naval Air Station Pensacola Florida, pada Jumat (6/12), ternyata sempat marah karena diejek instrukturnya.

Seperti dilansir The New York Times, Rabu (11/12), dalam laporannya pada awal 2019, terungkap fakta bahwa Alshamrani tak terima diejek "pornstache" alias "si kumis porno".

Laporan ini ditemukan Biro Penyelidik Federal AS (FBI), saat menyelidiki kemungkinan adanya unsur terorisme dalam kejadian itu.

Baca Juga : 25 Bus Transjakarta Terkepung Demonstrasi

"Saya sangat marah, karena instruktur mengatakan hal itu di depan kelas," tulis Alshamrani, yang tercatat menjalani pendidikan militer di AS sejak Agustus 2017. Tahun depan, ia seharusnya lulus pada bulan yang sama.

Dalam laporan aduan tersebut tertulis, peristiwa itu terjadi di dalam sesi tanya jawab di kelas meteorologi. Sang instruktur menunjuk Alshamrani, dan seketika melontarkan julukan itu kepadanya.

 "Dia tertawa dan melanjutkan pertanyaan, 'Kenapa? Kamu belum pernah lihat bintang porno?' Setelah saya tidak menanggapinya, dia kemudian beralih," lanjut isi laporan Alshamrani.

Baca Juga : Penuhi Aspirasi Buruh, Sri Sultan Janji Surati Jokowi

Lembaga yang menaungi instruktur itu dan mengelola pelatihan bagi kalangan sipil dan militer, CAE USA, sempat mendekati Alshamrani dan mengusulkan supaya sang instruktur minta maaf. Namun, Alshamrani menolak.

Alshamrani dilaporkan sangat terganggu dengan insiden itu. Bahkan dua perwira AS yang satu angkatan dilaporkan membantu Alshamrani, mendaftarkan laporan perlakuan buruk itu.

Belum diketahui apakah insiden itu turut memicu tindakan Alshamrani menembaki sejumlah rekan kelasnya.

Baca Juga : Test Swab, 5 Pegawai PN Jakpus Positif Covid-19

Menurut laporan yang belum terkonfirmasi, Alshamrani disebut sempat memutar rekaman video penembakan pada saat makan malam, sehari sebelum kejadian.

Dia juga sempat mencuit melalui akun Twitter dengan menyatakan AS bukan cuma melakukan kejahatan terhadap kaum muslim, tetapi juga kepada kemanusiaan. [HES]