Di Depan Pengusaha Swiss

Muliaman: Ekonomi RI Terkuat Kelima Dunia Di 2045

Duta Besar RI Bern, Muliaman D Hadad bersama pengusaha Swiss saat temu bisnis dalam rangka perkembangan ekonomi terkini Indonesia kepada dunia usaha Swiss, Selasa (10/12) di Zurich.
Klik untuk perbesar
Duta Besar RI Bern, Muliaman D Hadad bersama pengusaha Swiss saat temu bisnis dalam rangka perkembangan ekonomi terkini Indonesia kepada dunia usaha Swiss, Selasa (10/12) di Zurich.

RMco.id  Rakyat Merdeka - KBRI Bern, kembali mengadakan temu bisnis dalam rangka perkembangan ekonomi terkini Indonesia kepada dunia usaha Swiss. 

Kegiatan yang didukung oleh Swiss Asian Chambers of Commerce (SACC) ini digelar, pada Selasa (10/12) di Zurich. Tema yang diusung ‘The New Commitment of Indonesias New Government’. Lebih dari 50 pengusaha Swiss, termasuk yang sudah memiliki usaha di Indonesia seperti Zurich Insurance, hadir.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI Bern, Muliaman D Hadad menyampaikan visi ekonomi Pemerintah Indonesia pada tahun 2045. 

“Presiden Jokowi memiliki visi, di mana Indonesia akan menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di  2045, tepat ketika Republik Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya," kata Muliaman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/12)

Baca Juga : Bhutan Yang Terisolir Pun Kena Virus Corona

Mantan Ketua OJK ini juga memaparkan kondisi perekonomian Indonesia secara makro, dan menyampaikan lima prioritas pemerintah saat ini. 

“Di periode kedua pemerintahan Jokowi, ada ima prioritas utama yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi,” tuturnya.

Para pengusaha Swiss mengapresiasi atas kebijakan terbaru Pemerintah Indonesia di periode kedua Presiden Jokowi. Menurut data Swiss Federal Customs Administration, nilai perdagangan Indonesia Swiss tahun 2108 mencapai USD 1,415 miliar dengan nilai ekspor Indonesia USD 910 juta dan impor dari Swiss USD 505 juta. 

Sebagian besar ekspor Indonesia ke Swiss adalah emas, yaitu lebih dari 60%. Kemudian alas kaki  menempati urutan kedua lalu kopi, minyak atsiri, kakao, mebel dan lainnya. Sedangkan impor Indonesia dari Swiss, didominasi oleh permesinan, produk farmasi dan kimia organik. 

Baca Juga : Resmikan Kantor Wilayah I Bekasi, BTN Bidik Pertumbuhan Kredit 10 Persen

Menurut catatan Kementerian Perdagangan RI, ekspor Indonesia ke Swiss meningkat pada periode Januari–September 2019 dibandingkan periode sebelumnya, yaitu dari USD 1,119 miliar tahun 2018 menjadi USD 1,136 miliar tahun 2019.

Sementara komitmen investasi ke Indonesia untuk tahun 2019 cukup besar, yaitu investasi dalam pendirian pabrik kereta api, akuisisi sebuah perusahaan asuransi Indonesia oleh asuransi Swiss serta perluasan kapasitas sebuah perusahaan Swiss di Indonesia yang totalnya mencapai lebih dari USD 700 juta atau Rp 6 triliun. 

Diketahui, acara temu bisnis ini kali ini agak berbeda dibandingkan tahun lalu. Selain pemaparan mengenai perkembangan ekonomi, potensi investasi dan perdagangan, terdapat wakil dari Ditjen Pajak yang memberikan informasi mengenai kebijakan perpajakan yang perlu diketahui investor dan eksportir Swiss. 

Adapun nara sumber yang hadir, di antaranya Direktur Fasilitas Daerah BKPM Nurul Ichwan, Ketua Komite Swiss KADIN Indonesia Francis Wanandi, Ketua Swiss Cham Indonesia, Luthfi Mardiansyah,  Atase Perdagangan RI di Jenewa, Franciska Simanjuntak, Atase Perindustrian RI di Brussels, Ari Indarto serta Ketua Komite Indonesia SACC Jesse NG. 

Baca Juga : Meski Mundur, Bloomberg Masih Ancaman Bagi Trump

Penyelenggaraan business forum ini juga menjadi momentum yang tepat untuk menjelaskan kebijakan dan prioritas Pemerintah setelah dilantiknya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk periode 2019-2024.[FIK]