Pemuda Indonesia-Ethiopia Ngobrol Soal Hubungan Bilateral

Dubes RI untuk Afrika, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur dan istri, Wenny Basnur (depan, ketiga dan keempat kiri) dalam acara
Klik untuk perbesar
Dubes RI untuk Afrika, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur dan istri, Wenny Basnur (depan, ketiga dan keempat kiri) dalam acara

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemuda harus berada di barisan terdepan dalam upaya meningkatkan hubungan dan kerja sama bilateral Ethiopia dengan Indonesia. Khususnya, di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Saat ini, banyak orang Indonesia, khususnya pemuda yang belum mengenal dengan baik kemajuan dan perkembangan terkini Ethiopia.

Sebaliknya, banyak pula orang Ethiopia yang belum mengenal peran, komitmen dan kepemimpinan global Indonesia, khususnya dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Berita Terkait : Dubes Al Busyra Basnur Bangkitkan Semangat Kebersamaan Pemuda Ethiopia

Hal itu mengemuka dalam forum bicara pemuda bertajuk “Listen to the Voice of Youth: Indonesia and Ethiopia Youth Talk,” di KBRI Addis Ababa, Jumat (13/12) sore.

"Acara ini bertujuan untuk mendengar pemikiran dan pandangan, serta menggali ide-ide baru pemuda Ethiopia dan Indonesia, dalam memajukan hubungan dan kerja sama bilateral ke depan,” kata Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti  dan Uni Afrika Al Busyra Basnur dalam sambutan pembukaan forum tersebut.

Kegiatan yang dihadiri lebih 200 pemuda Ethiopia itu, menampilkan pembicara muda Indonesia yaitu Kevin Alwino, Dean Aldrich Adrien, Fidela Cathliniyah, dan Kayla.

Berita Terkait : Ini Kata Pemuda Ethiopia Tentang HAM, Perdamaian dan Harmoni

Kecuali Kevin yang juga pengusaha muda di Jakarta dan founder Indonesia-Ethiopia Youth Association, pembicara lainnya belajar dan sudah bermukim di Addis Ababa selama bertahun-tahun.

Sementara pembicara muda Ethiopia terdiri dari tokoh dan pimpinan organisasi pemuda yaitu Kalewonggel Tesfaye, Sileshi Salse Umer, Zeynaba Mohamed, Meron Anteneh dan Rediet Getahun Teffera.

Semua pembicara Ethiopia tersebut pernah tinggal di Indonesia untuk mengikuti berbagai kegiatan yang disponsori KBRI Addis Ababa.

Baca Juga : Menhub Harap Ada Pemberian Insentif Di Mobil Setrum ASN

Kalewongel dan Sileshi mengikuti Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali, pada Agustus 2019. Zeynaba mengikuti program Beasiswa Darmasiswa tahun 2016 di Cirebon. Sementara Meron dan Rediet, baru saja kembali ke Addis Ababa setelah mengikuti Bali Democracy Student Conference (BDSC) di Bali pada 5-6 Desember lalu.

Pada forum tersebut, Meron dan Rediet menyampaikan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya pada BDSC.

“Indonesia and Ethiopia Youth Talk akan diselenggarakan secara berkala. Begitu banyak pandangan, ide dan pemikiran-pemikiran cemerlang anak muda kedua negara yang perlu kita dengar, dan dijadikan masukan,” kata Ravky Permato, Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI Addis Ababa. [HES]