Gempa Davao Tewaskan Gadis Kecil Berusia 6 Tahun, Presiden Duterte dan Keluarga Selamat

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kanan) bersama istri, Honeylet Avancena dan anak perempuannya, Kitty. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kanan) bersama istri, Honeylet Avancena dan anak perempuannya, Kitty. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gempa bumi bermagnitudo 6,8 mengguncang Kota Davao, Kepulauan Mindanao, Filipina, Minggu (15/12).

Saat gempa terjadi, Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan putrinya, Kitty sedang berada di rumah. Sementara istri Duterte, Honeylet Avancena tengah berada di perjalanan. 

"Presiden Duterte baik-baik saja. Dia dan anaknya, Kitty sedang berada di rumah saat gempa bumi terjadi. Sedangkan Ibu Negara Honeylet sedang berada di mobil, dalam perjalanan pulang. Dia bilang, mobilnya bergoyang. Beruntung, tidak terluka," ujar Juru Bicara Presiden, Salvador Panelo seperti dikutip Reuters, Minggu (15/12).

Baca Juga : Tangkal Radikalisme, UHAMKA Bakal Buka Program Studi Manajemen Masjid

Pusat gempa bermagnitudo 6.8 ini, terletak 61 km arah Barat Daya Davao, Kepulauan Mindanao. Gempa berkedalaman 28,2 km ini semula disebut bermagnitudo 6,9. Namun, direvisi oleh US Geological Survey.

Sementara The Pacific Tsunami Warning Center memastikan, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Terkait hal ini, The Philippine Institute of Volcanology and Seismology (Phivolcs) mengingatkan, gempa susulan mungkin saja terjadi setelah gempa M6,8 itu.

Baca Juga : Corona Masuk Indonesia, Pagelaran IIMS Tetap Sesuai Jadwal

Kepada Radio DZMM, Wali Kota Matanao di Provinsi Davao del Sur, Vincent Fernandez mengabarkan, gempa tersebut telah mengakibatkan gadis kecil berusia 6 tahun, tewas tertimpa tembok.

Sementara itu, Petugas Informasi Publik Anthony Allada di dekat Kota Magsaysay mengatakan, 14 orang mengalami luka ringan akibat gempa bumi ini. Imbas lainnya, jalanan, gedung-gedung pemerintahan rusak. Listrik mati total.

Pada Oktober dan November lalu, wilayah ini diguncang empat gempa bumi berkekuatan tinggi yang menewaskan sedikitnya 20 orang. [HES]