Film Keluarga Cemara Hipnotis Penonton di Pyongyang

Puluhan warga asing (expats) yang tinggal dan bekerja di Korea Utara, menyaksikan film Keluarga Cemara di Kedubes RI untuk Pyongyang, Korea Utara. (Foto KBRI Pyongyang)
Klik untuk perbesar
Puluhan warga asing (expats) yang tinggal dan bekerja di Korea Utara, menyaksikan film Keluarga Cemara di Kedubes RI untuk Pyongyang, Korea Utara. (Foto KBRI Pyongyang)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Film Keluarga Cemara sukses menarik perhatian puluhan warga asing (expats) yang tinggal dan bekerja di Korea Utara. Pihak panitia bahkan harus menambah kursi, karena jumlah penonton yang membludak.

Film arahan Yandy Laurens itu ditayangkan KBRI Pyongyang di bioskop milik Kedubes Polandia di Pyongyang, 12 Desember lalu. Dalam keterangan pers yang diterima RMco.id, penayangan film tersebut untuk memeriahkan  acara Indonesian Movie Night.  

Film Keluarga Cemara  berhasil menghipnotis  penonton. Mereka mengatakan menyukai film Indonesia tersebut, karena memiliki nilai universal tentang perjuangan dan pentingnya sebuah keluarga.

"Ternyata para penonton menyukai tayangan film Indonesia berjudul Keluarga Cemara, penonton membludak sampai tambah kursi," kata Duta Besar Indonesia untuk Korea Utara Berlian Napitupulu.

Baca Juga : Gempa M6.8 Guncang Elazig, Turki, 3 WNI Selamat

Para penonton menyatakan, film Indonesia ini sangat menarik karena menampilkan pentingnya sebuah keluarga, peran keteladanan orang, tentang perjuangan anggota keluarga menghadapi lingkungan baru dan kekompakan keluarga dalam menghadapi krisis ekonomi yang mereka hadapi.

"Budaya Indonesia yang ditampilkan film Keluarga Cemara ini juga berlaku untuk negara-negara lain. Itulah sebabnya kami tampilkan film ini," imbuh Dubes Berlian.

Sebelumnya, KBRI Pyongyang melakukan beberakali nonton bareng (nobar) di Wisma Duta untuk menyeleksi film yang layak tayang. Pilihan jatuh kepada Keluarga Cemara yang lekat dengan nilai-nilai kekeluargaan serta nilai-nilai gotong royong  keluarga, juga keluarga besar dan tetangga.

”Meski Keluarga Cemara mencerminkan budaya Indonesia, banyak testimoni positif yang disampaikan penonton asing. Film Keluarga Cemara membuat mereka terharu akan kisah perjuangan sebuah keluarga yang tetap bersatu di tengah kesulitan yang menerpa,” kata Berlian.

Baca Juga : Bamsoet: Dengan Keberagaman, Persatuan Bangsa Harus Semakin Kokoh

Menurutnya, salah satu penonton dari Rusia mengaku menitikkan air mata saat menyaksikan kisah Keluarga Cemara, khususnya terhadap sang ayah yang bekerja keras dan tegar serta penuh tanggung jawab untuk menghidupi keluarga dan mendidik anak-anaknya.

Seorang penonton lain dari Inggris juga mengatakan, bahwa film ini sangat bagus. Emosi penonton dibawa naik dan turun. Dia tertawa di satu adegan, kemudian menangis di adegan berikutnya. Film ini sukses membuat dia berkali-kali mengusap air mata.

“Melalui film ini, saya dapat melihat kehidupan segelintir keluarga dan masyarakat di Indonesia yang berbeda dengan negaranya. Namun, ada nilai-nilai universal dalam berkehidupan yang dapat dipetik dari cerita ini,” katanya.

Acara Indonesian Movie Night yang digelar pada Kamis (12/12) itu, juga dimanfaatkan untuk mempromosikan kuliner Indonesia. KBRI Pyongyang menyajikan kuliner khas Indonesia, yaitu sate ayam, nasi goreng, makanan ringan dan minuman kopi instan produk Indonesia, sebelum acara pemutaran film.

Baca Juga : Kantor Yasonna Tak Batalkan SK KNPI Noer Fajrieansyah

”Kita menggunakan seluruh kegiatan sebagai sarana promosi. Untuk itu, pada penayangan film kali ini kita promosikan makanan Indonesia yang mendapat sambutan begitu baik dari para penonton. Kita harapkan, acara ini sekaligus dapat mempromosikan film dan kuliner Indonesia,” kata  Berlian.

Sementara itu, Hanna Andari, Fungsi Pensosbud KBRI Pyongyang, mengatakan, program Movie Night di bioskop Kedutaan Besar Polandia di Pyongyang adalah suatu kegiatan penting, karena dihadiri wakil-wakil dari kedutaan asing dan organisasi internasional, termasuk para Duta Besar manca negara di Korea Utara.

“Pihak kedutaan besar asing diberi kesempatan untuk menayangkan film dari negaranya masing-masing tanpa dipungut biaya. Film Indonesia merupakan yang ke lima setelah film dari Polandia, Pakistan, Swedia, dan Inggris, yang ditayangkan pada edisi Movie Night tahun ini,” tandasnya.[MEL]