Trump Ketahuan Bekukan Bantuan Keamanan ke Ukraina

Donald Trump (Foto Alex Wong/Getty Images)
Klik untuk perbesar
Donald Trump (Foto Alex Wong/Getty Images)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketahuan memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) membekukan bantuan militer ke Ukraina senilai 391 juta dolar AS usai menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump saat itu meminta Zelensky menyelidiki saingan politiknya, kandidat capres AS, Joe Biden.

Hal itu terungkap setelah Gedung Putih merilis panggilan telepon pada 29 Juli dirilis. Panggilan telepon itu berlangsung mulai pukul 09.30 pagi dan berakhir 30 menit kemudian. Sekitar pukul 11.04 atau 91 menit setelah pembicaraan telepon berakhir, pejabat senior Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Michael Duffey mengirim email ke pejabat Departemen Pertahanan yang meminta Pentagon berhenti membuat rencana untuk mendistribusikan dana bantuan keamanan untuk Ukraina.

Dikutip BBC, dokumen dari OMB dan Pentagon yang baru dikeluarkan memberikan wawasan lebih lanjut terkait apa yang terjadi setelah pembicaraan telepon antara Trump dan Zelensky. "Berdasarkan pedoman yang telah saya terima dan mengingat rencana Pemerintah untuk meninjau bantuan ke Ukraina, termasuk Prakarsa Bantuan Keamanan Ukraina, silakan tunggu kewajiban DoD tambahan dari dana ini, sambil menunggu arahan dari proses itu," tulis Duffey kepada OMB dan pejabat Pentagon pada 25 Juli, menggunakan akronim untuk Departemen Pertahanan AS.

Berita Terkait : Balitbangtan Tentukan Flagship Penelitian Pangan

"Mengingat sensitifnya permintaan itu, saya menghargai Anda menyimpan informasi," tambah Duffey.

Pembekuan bantuan ini membuat heran OMB dan lembaga pemerintah lainnya. Banyak yang khawatir, keterlambatan bantuan akan berisiko menyulitkan eksekusi jika melewati batas akhir tahun fiskal 30 September.

Belakangan, di bawah tekanan dari Partai Demokrat di DPR, Trump merilis transkrip pembicaraan telepon dengan Zelensky. Transkrip menunjukkan, Trump meminta bantuan kepada Zelensky, menyebutkan server dari perusahaan cyber security Crowdstrike sehubungan dengan teori yang menyebut Ukraina mengganggu pemilu 2016. Tudingan yang dengan tegas dibantah Ukraina.

Berita Terkait : Bamsoet Ajak AS Jaga Kondusifitas Keamanan Dunia

Trump juga menyebut Hunter Biden, putra mantan Wakil Presiden Joe Biden. Trump berulang kali mengatakan pembicaraan teleponnya dengan Zelenksy "sempurna" dan proses pemakzulan terhadapnya adalah "perburuan penyihir."

Trump menjadi presiden ketiga dalam sejarah AS yang dimakzulkan DPR, bergabung dengan Andrew Johnson dan Bill Clinton. Namun di Senat,Clinton dan Johnson aman. [DAY]