Bom Mobil di Mogadishu, Somalia Tewaskan 76 Orang

Tangkapan layar video insiden bom mobil di Mogadishu, Afrika, Sabtu (28/12). (Sumber: BBC)
Klik untuk perbesar
Tangkapan layar video insiden bom mobil di Mogadishu, Afrika, Sabtu (28/12). (Sumber: BBC)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sedikitnya 76 orang dilaporkan tewas akibat bom mobil di sebuah pos pemeriksaan keamanan, yang terletak di perempatan sibuk di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu (28/12) pagi.

"Sejauh ini, kami sudah menerima 73 jenazah. Jumlah ini masih mungkin bertambah," ungkap Direktur Madina Hospital, Dr Mohamed Yusuf kepada AP, Sabtu (28/12).

Berita Terkait : Indonesia Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Mogadishu, Tak Ada WNI Jadi Korban

Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengklaim sebagai pelaku bom mobil tersebut. Namun, serangan di Mogadishu kerap dikaitkan dengan kelompok ekstrimis Al Shabab - bagian dari jaringan Al Qaeda -, sejak 10 tahun lalu.

Meski telah dibubarkan pada tahun 2011, Al Shabab masih punya pengaruh di Somalia.

Baca Juga : Kalau di Jepang, Menkumham dan Ketua KPK Sudah Mundur

Sakariye Abdulkadir, saksi mata yang melihat dari dekat kejadian itu mengungkapkan, kejadian itu tak ubahnya seperti pembantaian. "Yang saya lihat, potongan-potongan tubuh tersebar. Sebagian bahkan sudah gosong, tak bisa dikenali," tuturnya.

Sementara itu, seorang Anggota Parlemen Somalia Mohamed Abdirizak mengatakan, jumlah korban jiwa dalam insiden ini mencapai 90 orang. Namun, hal itu belum dapat terkonfirmasi.

Baca Juga : Naomi-Gauff Lakoni Duel Ulangan

"Semoga Allah merahmati para korban serangan biadab ini," kata mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan Somalia itu.

Sekadar catatan, awal bulan ini, lima orang tewas dalam serangan Al Shabab di sebuah hotel di Mogadishu, yang populer di kalangan politikus, diplomat, dan pejabat militer. [HES]